Peweimalang.com, Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali menggulirkan program bantuan seragam sekolah gratis.
Kali ini, program seragam gratis tersebut diperuntukkan bagi keluarga prasejahtera. Hal itu mendapat sorotan publik.
Bahkan, Komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kora Malang juga ikut menyoroti program seragam gratis tersebut.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Saniman Wafi mengatakan, program bantuan seragam gratis tersebut menimbulkan keluhan dari dari berbagai kalangan, terutama Wali murid.
“Banyak keluhan terkait kebijakan seragam gratis itu, distribusi seragam gratis itu tidak sesuai dengan janji wali kota saat masa pencalonan,” ucap Saniman, Minggu (3/5/2026).
Menurut Saniman, dalam pendistribusian program seragam gratis tersebut dianggap menambah beban wali murid siswa yang memperoleh bantuan seragam gratis itu, karena yang dibagikan bukanlah seragam jadi, melainkan kain gratis.
“Saat ini bukan seragam, tapi kain seragam, itu dinilai sangat memberatkan wali murid, karena biaya jahit yang ternyata lebih mahal daripada harga membeli kain sendiri,” terangnya.
Terlebih, lanjut Saniman, penerima bantuan kain seragam sekolah tersebut merupakan keluarga prasejahtera, seharusnya Pemkot Malang lebih bijak dalam menggulirkan program bantuan kain seragam sekolah itu
“Jadi, tidak semua siswa mendapatkan bantuan kain tersebut, hanya pra sejahtera, itu tambah memberatkan mereka
Wali murid mengeluhkan, biaya jahit seragam itu ternyata lebih mahal,” tegasnya.





