Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik-Pemerintahan » Golkar Kota Malang Memanas, Kader Segel Kantor Hingga Ancam Gelar Musda Tandingan

Golkar Kota Malang Memanas, Kader Segel Kantor Hingga Ancam Gelar Musda Tandingan

  • calendar_month Sen, 15 Des 2025

Peweimalang.com – Partai Golkar Kota Malang sedang memanas, lantaran tak terima hasil Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Surabaya. Ratusan kader Walkout dalam Musda tersebut, mereka pulang ke Malang dan menyegel kantor dan berencana menggelar Musda tandingan.

Dijelaskan Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Bidang Organisasi, Bambang AR bahwa keadaan di Musda Surabaya memprihatinkan. Menurutnya, mekanisme pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Malang dilakukan secara sepihak dan tidak melalui mekanisme yang seharusnya sesuai AD/ART partai.

“Proses yang dilakukan seharusnya melibatkan sayap partai, dan pihak-pihak yang punya hak suara. Tetapi tidak dilakukan dengan benar,” ungkap Bambang, Ahad (14/12) di kantor DPD Golkar Kota Malang.

Wakil Sekertaris ini juga menyatakan bahwa para kader dari Kota Malang juga melakukan Walkout. Menurutnya ini ebagai bentuk protes atas dugaan ketidaktransparanan dalam proses Musda.

Ia juga menyatakan bahwa pemilihan tidak berjalan sesuai asas—AD/ART partai. Pasalnya para kader di Malang menilai ada intervensi dalam pelaksanaan Musda. Semua keputusan settingan, dan dinilai sebagai pembodohan demokrasi.

Protes terhadap keputusan Musda. Dirinya bersama beberapa perwakilan yang hadir di Surabaya menyatakan menolak hasil keputusan Musda Partai Golkar Kota Malang. Hal ini karena banyak kebijakan intervensi, yang sebetulnya masalah ini bersifat internal, namun ditumpangi isu-isu luar.

“Semua deklarasi tidak menerima hasil keputusan Musda yang tadi dilakukan,” lanjutnya.

Pernyataan terkait Ketua Steering Committee (SC) Musda XI, Bambang menyinggung Ketua Steering Committee (SC) Musda XI Partai Golkar Kota Malang, Yuliono, atas tuduhan intervensi.

“Tadi yang terpilih saudara Djoko Prihatin, karena intervensi kebijakan. Ini semua rekayasa, termasuk juga Ketua SC Saudara Yuliono, tidak melakukan koordinasi apalagi rapat,” klaim Bambang. 

Ia menegaskan bahwa proses Pra Musda hingga tahap akhir pendaftaran dianggap tidak transparan dan dinilai sebagai rekayasa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPD Golkar Kota Malang belum memberikan konfirmasi lanjutan terkait status kepemimpinan sementara dan langkah-langkah penyelesaian internal. 

Sumber di internal partai menyebutkan bahwa para kader yang Walkout berencana menguji kepatuhan prosedur internal Golkar melalui mekanisme yang tersedia. Termasuk dialog internal untuk menengahani perbedaan pandangan dan mempertahankan stabilitas organisasi

 

 

  • Penulis: Dedik Achmad
  • Editor: PWI Malang Raya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less