Dewan Minta ada Pembaruan Armada Damkar Kota Malang untuk Gedung Tinggi dan Permukiman Padat

Dewan Minta ada Pembaruan Armada Damkar Kota Malang untuk Gedung Tinggi dan Permukiman Padat
Danny Agung Prasetyo, Anggota Komisi A DPRD Kota Malang. (Ist)

Peweimalang.com, Kota Malang – Masifnya pertumbuhan pembangunan gedung bertingkat, hotel, dan kondotel di Kota Malang memicu perhatian serius dari kalangan legislatif.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang mendorong adanya penambahan unit kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) berteknologi modern, termasuk armada Aerial Platform (tangga otomatis) serta armada khusus untuk kawasan padat penduduk.

Rencana pengadaan armada baru ini diproyeksikan mulai berjalan pada tahun 2027 guna mengoptimalkan respons cepat terhadap potensi darurat di kawasan perkotaan yang kian berkembang.

Anggota Komisi A DPRD Kota Malang sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Danny Agung Prasetyo, mengungkapkan bahwa armada Damkar yang dimiliki Kota Malang saat ini sudah tergolong usang.

Kondisi tersebut dinilai tidak lagi ideal dan mendesak untuk segera diperbarui sesuai dengan dinamika tren perkotaan modern.

“Damkar ini kan bagian garda terdepan untuk bencana kebakaran. Perlu diketahui bahwasanya saya di Komisi A juga akan mengajukan yang namanya mobil pemadam kebakaran. Karena di Damkar Kota Malang ini kan untuk mobilnya kan sudah usang. Perlu mobil baru, di mana mobil itu ada trennya,” ujar Danny, Sabtu (19/9/2026).

Danny menyoroti maraknya pembangunan hotel dan bangunan vertikal di Kota Malang yang menuntut kesiapan sarana prasarana penunjang keselamatan yang mumpuni.

Dalam hal ini, ia berkaca pada wilayah tetangga, yakni Kota Batu, yang telah lebih dulu mengantisipasi kebutuhan tersebut.

“Artinya harus diikuti seperti di Batu. Di Batu itu kan karena banyak hotel yang bertingkat tinggi, maka harapan saya dari Komisi A, untuk Damkar ini di tahun 2027 nanti ada pengadaan mobil Damkar untuk yang bergedung tinggi,” imbuhnya.

Selain fokus pada penanganan kebakaran gedung bertingkat, Komisi A DPRD Kota Malang juga menyoroti pentingnya penyediaan armada khusus yang lebih lincah.

Kendaraan ini nantinya diproyeksikan mampu menjangkau kawasan permukiman padat penduduk dengan akses jalan yang sempit.

Menurut Danny, beberapa wilayah di Kota Malang memerlukan perhatian khusus agar proses evakuasi dan pemadaman dapat dilakukan secara sigap sebelum api membesar, di antaranya kawasan Muharto, Jodipan, Gadang, serta titik-titik padat penduduk lainnya.

“Karena di Kota Malang sekarang kan banyak permukiman padat penduduk. Salah satu contoh kayak di Muharto, yang kedua kayak di Jodipan, mungkin di Gadang dan di daerah-daerah lainnya yang padat penduduk. Maka harapan saya untuk Damkar, hal itu harus disiapkan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *