Peweimalang.com, Kab Malang – Di balik seragam dan disiplin militer, ada tugas lain yang tak kalah penting: hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Semangat itu menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam Upacara Bendera 17-an di Lapangan Dirgantara Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Kamis (17/9/2026). Upacara dipimpin Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara.
Dalam amanat Panglima Koops Udara Nasional yang dibacakan Danlanud, kerja personel TNI AU tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan operasi militer. Kesiapsiagaan juga diuji ketika kekuatan udara dikerahkan untuk membantu masyarakat menghadapi bencana.
Salah satunya ketika gempa bumi mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel dan kemampuan TNI AU turut diarahkan untuk mendukung penanganan kondisi darurat di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Hal serupa terlihat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Patroli udara, Operasi Modifikasi Cuaca, water bombing, hingga pengerahan personel menjadi bagian dari upaya menekan dampak bencana.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan udara tidak semata digunakan dalam konteks pertahanan. Pada situasi tertentu, kekuatan yang sama dapat menjadi bagian penting dari respons kemanusiaan.
“Dedikasi, disiplin, loyalitas, integritas dan profesionalisme personel menjadi kekuatan dalam pelaksanaan tugas,” demikian inti apresiasi Panglima Koops Udara Nasional dalam amanatnya.
Ketika Prajurit Dituntut Tetap Humanis
Pesan kemanusiaan juga diarahkan ke dalam organisasi. Pembinaan personel diminta tidak hanya mengandalkan aturan dan kedisiplinan, tetapi juga keteladanan, komunikasi terbuka, serta pendekatan profesional dan humanis.
Pendekatan tersebut dipandang penting karena kekuatan organisasi pada akhirnya bertumpu pada manusia. Prajurit dituntut memiliki karakter AMPUH sekaligus mampu menjaga soliditas dan membangun komunikasi yang sehat.
Di sisi lain, keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Safety Awareness dan Generative Safety Culture harus terus diperkuat untuk memastikan setiap tugas, termasuk operasi penerbangan, berjalan dengan mengutamakan keselamatan.
Bukan Sekadar Hadir Saat Krisis
Kehadiran TNI AU di tengah masyarakat juga berkaitan dengan bagaimana institusi berkomunikasi dengan publik.
Komunikasi publik yang terbuka, cepat, tepat, dan humanis dinilai perlu terus dibangun. Tujuannya bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Upacara 17-an itu pun menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa profesionalisme prajurit tidak hanya terlihat ketika menjalankan tugas pertahanan. Nilai tersebut juga tercermin dari kesediaan untuk turun tangan ketika masyarakat menghadapi bencana dan membutuhkan pertolongan.
Upacara diikuti seluruh personel Lanud Abdulrachman Saleh dan satuan lain (Insub). Hadir pula Komandan Wing Udara 1.2 Grup 1 Angkut, Komandan Brigade Parako 2 Pasgat, para kepala dinas, Kepala RSAU dr. M. Moenir, serta sejumlah pejabat terkait.





