Lanud Abdulrachman Saleh Evaluasi Pengelolaan BMN, Aset Rusak Berat Jadi Perhatian

Lanud Abdulrachman Saleh Evaluasi Pengelolaan BMN, Aset Rusak Berat Jadi Perhatian
Lanud Abd Saleh menggelar rapat evaluasi pengelolaan BMN. (Foto: Pentak Abd Saleh)

Peweimalang.com, Kab Malang – Pengelolaan aset negara di lingkungan TNI Angkatan Udara menjadi perhatian Lanud Abdulrachman Saleh. Evaluasi dilakukan untuk memastikan barang milik negara (BMN), termasuk aset yang rusak berat, ditangani sesuai aturan dan tidak menyisakan persoalan administrasi.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pemindahtanganan, Pemusnahan, dan Penghapusan BMN yang digelar di Gedung Binayudha Lanud Abdulrachman Saleh.

Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud Abdulrachman Saleh Kolonel Tek Saifuddin Zuhri, S.T., mewakili Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Danwing 1.2 Grup 1 Angkut, Kadister Lanud Abdulrachman Saleh, serta Kepala RSAU dr. M. Moenir. Peserta berasal dari sejumlah satuan TNI AU di wilayah Jawa Timur.

Dalam sambutan Komandan Lanud yang dibacakan Kadislog, evaluasi tidak sekadar menjadi agenda administratif. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memastikan setiap tahapan pengelolaan hingga penghapusan BMN berjalan tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan.

“Monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan BMN dilaksanakan secara tertib dan sesuai ketentuan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman sekaligus mencari penyelesaian atas persoalan yang muncul dalam pengelolaan aset negara.

Langkah tersebut dinilai penting karena pengelolaan BMN berkaitan langsung dengan tertib administrasi dan efektivitas dukungan logistik terhadap pelaksanaan tugas TNI AU.

Sementara itu, Wakapus BMNAU Kolonel Kal Antonius Kresen Tarigan, S.E., menjelaskan, monitoring dan evaluasi diarahkan secara khusus untuk memastikan proses pemindahtanganan dan penghapusan BMN yang mengalami kerusakan berat berjalan sesuai aturan.

Selain aspek kepatuhan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menyamakan persepsi antara pejabat pengelola BMN dengan operator yang menjalankan proses administrasinya.

Dengan penyamaan pemahaman tersebut, potensi persoalan dalam proses pengelolaan aset diharapkan dapat ditekan sejak tahap administrasi hingga pelaksanaan penghapusan.

Lanud Abdulrachman Saleh berharap penguatan tata kelola BMN dapat menciptakan pengelolaan aset yang lebih tertib, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Pada akhirnya, penataan aset bukan hanya berkaitan dengan pencatatan barang milik negara, tetapi juga memastikan sumber daya yang berada di lingkungan TNI AU dapat dikelola secara tepat untuk mendukung pelaksanaan tugas organisasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *