Ainul Ilmi Widayatulloh, Pemuda Kabupaten Malang yang Pasang Surut Hadapi Dunia Bisnis
- calendar_month Sen, 17 Nov 2025

Ainul Ilmi Widayatullah, Owner Ushape cuci sepatu di Gondanglegi, Kabupaten Malang
Peweimalang.com, Kabupaten Malang – Ainul Ilmi Widayatulloh pemuda asal Gondanglegi, Kabupaten Malang tidak pernah membayangkan bahwa kegemarannya sejak kecil akan mengantarkannya memasuki dunia bisnis jasa perawatan sepatu. Ilmi mengaku dirinya terjun ke dunia bisnis sejak di bangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD), jauh sebelum mengenal apa itu bisnis.
Saat masih duduk dibangku SD, Ilmi memulai bisnisnya dengan membuat wayang dari kertas karton. Dengan bahan sederhana, ia memotong, menggambar, mewarnai hingga merakitnya dengan sendi-sendi sederhana menggunakan cotton bud dan tusuk sate agar bisa digerakkan. Wayang-wayang buatan tangannya itu dijualnya dengan harga Rp 3.000 kepada anak-anak sekolah dan orang di sekitar rumahnya.
“Pertama kali itu jualan wayang dari kertas karton, dan dari bahan-bahan sederhana dari cotton bud untuk sendinya dan tusuk sate buat pegangannya,” kata Ilmi sambil tersipu malu, Senin (17/11/2025).
Tak hanya berjualan wayang, Ilmi juga mencoba usaha kecil lain. Mulai dari berjualan gelang, bihun dan tak kalah menariknya ia pernah berjualan mainan skateboard. Mainan skateboard itu ia jual dengan harga Rp 3.000-Rp 4.000. Pelanggannya juga tidak jauh, mulai dari teman sekelas, tetangga, hingga sekolah lain.
“Ya, karena penasaran coba saja jualan di kelas ternyata laku keras sama teman-teman kelas, terus itu sampai sekolah lain juga banyak yang beli,” katanya pemuda alumni SD Islam Salafiyah Gondanglegi itu.
Sebelum membangun usaha cuci sepatu, Ilmi juga pernah mencoba usaha snack camilan yang dipasarkan ke beberapa toko-toko dan warung di sekitar Kabupaten Malang. Mulai dari toko di tempat asalnya, Gondanglegi sampai kawasan Bululawang.
Meskipun sudah berjuang door to door di sekitaran Kabupaten Malang, Ilmi merasa bisnisnya belum stabil di pasaran, bahkan saat akan menambah stok di toko hanya laku dua atau tiga produk saja.
“Namanya juga jualan kan, pasti banyak saingannya kadang kalah sama yang produk sudah lama ada dipasaran. Kadang cuma laku dua atau tiga saja tiap toko, bisa juga masih utuh stoknya,” jelas Pemuda berusia 22 tahun itu dengan senyum kecil.
Memasuki usia remaja, naluri bisnisnya tak kunjung padam. Ilmi akhirnya membuka layanan cuci sepatu dengan nama “Ushape” sebagai respon untuk menjawab kebutuhan realistis di wilayah Selatan Kabupaten Malang. Menurutnya, jasa tersebut sangat diperlukan untuk masyarakat di sekitar sana dan memiliki potensi pasar yang stabil.
Namun, Ilmi tidak asal dalam menentukan harga. Sebelum mematok harga yang pasti, ia melakukan survei kepada warga sekitar, bahkan hingga ia berkunjung ke Kota Malang ia masih sempat bertanya kepada orang-orang mengenai harga cuci sepatu kepada masyarakat Kota Malang.
Dari survei tersebut, Ilmi mengatakan bahwa harga ideal cuci sepatu itu di kisaran Rp 18.000 sampai Rp 30.000, diluar layanan reparasi sepatu. Bagi Ilmi, tarif bukan hanya soal angka. Ia ingin pelanggannya tetap mampu menjaga kebersihan sepatu tanpa terbebani biaya.
Ilmi mematok harga mulai dari Rp 13.000 untuk jasa pencuciannya. Bahkan, ia menambahkan jasa reparasi sepatu yang dibanderol mulai dari Rp 30.000. Kini, bisnisnya itu sudah mulai berkembang di kalangan remaja, bahkan beberapa masyarakat di Kabupaten Malang.q
“Dunia bisnis ini membuat seseorang bisa bertahan hidup dan menuntut untuk belajar hal baru setiap hari. Namun yang terpenting dalam memulai bisnis adalah keberanian,” tegasnya sambil logat khas Malangnya.
Ilmi bercerita, ia memiliki sebuah privilege yang justru lahir dari keterbatasan. Ia belum memiliki ijazah SMK untuk melamar pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Kondisi tersebut memaksa mencari jalan keluar lain, ia memilih membuka pintu bisnis untuk kelanjutan hidupnya.
“Privilege itu tidak harus soal uang. Keadaan yang saya miliki adalah kesempatan yang Tuhan berikan. Tinggal mindset dan tindakan kita,” ucapnya sambil tertawa kecil.
Perjalanan bisnisnya tidak sendirian, Ilmi banyak belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman di dunia usaha, baik yang telah lama terjun maupun para pelaku bisnis baru seperti dirinya. Selain itu, Ilmu juga memanfaatkan berbagai konten edukasi di sosial media sebagai sumber ilmu.
Kini, Ushape bukan hanya sekedar usaha cuci sepatu. Melainkan sebagai simbol perjuangan seorang anak yang memulai berdagang hanya bermodalkan kertas karton, kreativitas dan rasa penasaran. Hingga akhirnya, tumbuh menjadi pelaku usaha yang terus belajar dan berkembang.
- Penulis: Agung Budi
- Editor: PWI Malang Raya











tukang PHP, bullshit, Huuuuu👎👎👎👎
18 November 2025 13:23