Harun Al Rasyid Soroti Kondisi Darurat Korupsi di Indonesia

Harun Al Rasyid Soroti Kondisi Darurat Korupsi di Indonesia
Deputi Pengawasan Kementerian Haji Harun Al Rasyid saat memberikan materi kepada peserta Retret Pimpinan UIN Maliki Malang 2025, di Kampus Politeknik Angkatan Darad (Poltekad) Jalan Raya Anggrek, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Humas UIN Malang)

Peimalang.com, Kota Batu – Deputi Pengawasan Kementerian Haji Dr Harun Al Rasyid telah memberikan pemaparan kepada para peserta Retret Pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang 2025, dengan tema Superioritas, Integritas, dan Kepemimpinan, pada Sabtu (13/9), di Kampus Politeknik Angkatan Darad (Poltekad) Jalan Raya Anggrek, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Dengan gaya lugasnya, Harun Al Rasyid dalam memberikan pemaparannya langsung menyoroti fenomena yang tengah hangat diperbincangkan publik, salah satunya darurat korupsi di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Negeri ini sedang menghadapi kondisi darurat korupsi. Sehingga harus adanya refleksi diri menjadi kunci penting bagi para pemimpin, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, agar tidak terjerumus dalam lingkaran korupsi yang kini telah merambah berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Harun.

Deputi Pengawasan Kementerian Haji Harun Al Rasyid saat memberikan materi kepada peserta Retret Pimpinan UIN Maliki Malang 2025, di Kampus Politeknik Angkatan Darad (Poltekad) Jalan Raya Anggrek, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Humas UIN Malang)

Kita kritisi, kata dia, bahwa kondisi penegakan hukum di Indonesia yang masih tajam ke bawah, tumpul ke atas atau ketidakadilan dalam penegakan hukum di negeri ini. Sedangkan fenomena tersebut, telah melahirkan praktik hukum yang amburadul dan terkesan acak-acakan. Karena keberadaan mafia peradilan semakin memperparah kerusakan sistem hukum sekaligus menggerogoti sendi-sendi demokrasi bangs akita. Korupsi bukan sekadar merugikan negara secara materi, tetapi juga melemahkan integritas, kinerja, bahkan merusak mentalitas seorang abdi negara.

“Padahal, seorang pelayan publik semestinya menjadi pengabdi bagi masyarakat, bukan justru meminta untuk dilayani. Sehingga mengingatkan bahwa kualitas kepemimpinan sejati terletak pada keberanian menjaga integritas dan menegakkan nilai kejujuran di tengah arus godaan kekuasaan,” papar Harun.

Perlu diketahui, dengan kehadiran Deputi Pengawasan Kementerian Haji Dr Harun Al Rasyid sebagai pemateri di Retret Pimpinan UIN Maliki Malang 2025, telah menggugah kesadaran kolektif, agar dunia akademik mampu melahirkan generasi pemimpin yang berkarakter kuat, bebas dari praktik korupsi, dan berkomitmen penuh terhadap tegaknya keadilan.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *