Triadi Bagus Tresna Pamungkas, Penyandang Disabilitas Ingin Kuliah Tapi Terkendala Biaya
- calendar_month Kam, 10 Jul 2025

Triadi Bagus Tresna Pamungkas calon mahasiswa disabilitas yang berprestasi namun terkendala ekonomi. (Agung Budi)
Peweimalang.com, Kota Malang – Penerimaan Mahasiswa Baru kini sedang mewarnai dunia perkuliahan. Tri Bagus Tresna Pamungkas, salah satu calon mahasiswa yang ikut mewarnai penerimaan baru dunia perkuliahan. Sayangnya ia memiliki kendala perekonomian.
Tri Bagus, calon mahasiswa jurusan D3 Desain Grafis Universitas Brawijaya, daftar lewat jalur Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD). Ia tuna rungu mulai lahir, sehingga memiliki kekurangan pendengaran.
“Saya mendaftar di Universitas Brawijaya karena di kampus itu menjadi salah satu kampus membuka jalur disabilitas,” kata Bagus, Rabu (9/7/2025).
Alasannya memilih jurusan desain grafis, karena passion dan juga arahan dari kakaknya, Dwi Tresna Setya Wijaya. Bagus punya ketertarikan pada desain dan ketekunan dalam dunia desain tersebut.
“Memang beberapa kali mencoba mendaftar jalur disabilitas Universitas Negeri Malang, tapi tidak lolos. Akhirnya ada arahan dari kakak untuk mendaftar di UB jurusan desain grafis,” ungkapnya.

Dwi Tresna Setya Wijaya, kakak kandung Bagus yang juga sebagai Wali memiliki keresahan terhadap lambatnya informasi UB. (Agung Budi)
Alumni Sekolah Luar Biasa Yayasan Pendidikan Tuli Bisu (SLB YPTB) Kota Malang ini ingin berkuliah, karena ingin menempuh jenjang karir yang lebih tinggi agar bisa membantu ekonomi keluarga.
“Meskipun penyandang disabilitas saya memiliki keinginan yang tinggi untuk berkembang dalam hal pengetahuan dan kualitas hidup,” tuturnya.
Prestasi Triadi Bagus Tresna Pamungkas
Bagus juga tidak hanya pasrah dengan keadaan. Ia juga berhasil mengukir berbagai prestasi, seperti Juara 1 Kelas Ganda Semipro Badminton Tuli, Turnamen Merdeka 78th.
- Juara 3 Badminton Tuna Rungu Wicara, Lomba Olahraga Paralimpian Kota Malang 2023.
- Juara 1 Desain Grafis, Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) Tingkat Provinsi Jawa Timur 2024.
- Juara 1 Desain Grafis, Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2SN) Kota Malang 2024.
- Juara 3 Pionering Pramuka Liga Pramuka Klojen 2021.
Kakak Bagus dan juga selaku Walinya, Dwi Tresna Setya Wijaya mengaku, untuk saat ini memiliki kendala segi ekonomi. Penghasilan perbulan dikeluarganya hanya Rp2,5 juta.
Ayah Bagus bekerja serabutan dan Ibu Bagus pedagang sembako.
Tresna mengungkapkan, selama ini lahan pekerjaan kurang pas bagi ayahnya, mengingat ayahnya sudah tidak lagi di usia prima.
“Estimasi penghasilan kasar saja Rp2,5 juta itu belum biaya hidup per bulannya,” terang Tresna, Rabu (9/7/2025).
Tresna juga menjelaskan, selama ini adiknya belum pernah memperoleh beasiswa. Nantinya akan menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Ia berharap, untuk perkuliahan ini bisa menggunakan dana bantuan dari KIP.
“Adik saya punya KIP dan mungkin akan menggunakan kartu tersebut untuk biaya perkuliahannya.”
“Panitia juga bilang ada kemungkinan bisa digunakan, karena KIP disediakan oleh pemerintah,” jelas Tresna.
Perihal KIP bila tidak bisa digunakan, Tresna sudah mengantisipasi, tapi budgetnya hanya Rp3 juta untuk per semesternya.
Di samping itu, pihak Universitas Brawijaya belum mengeluarkan informasi mengenai mahasiswa dan gelombang Uang Tunggal Kuliah (UKT).
“Ini menjadi keresahan saya karena informasi dan penentuan gelombang. Sebagai wali dari calon mahasiswa, saya juga harus menyiapkan uangnya terlebih dahulu. Tapi kalau mendadak ya tidak bisa,” tegasnya.
Bila kemungkinan KIP tidak bisa digunakan dan mendapat gelombang yang tidak sesuai dengan ekonomi keluarga, ia tetap akan menguliahkan adiknya dengan mencari beasiswa ataupun meminta keringanan kepada pihak kampus.
“Kalau misal KIP tidak bisa digunakan, adik saya tetap akan lanjut kuliah tapi sembari mencari beasiswa dan meminta keringanan kepada UB,” tutupnya. (*)
- Penulis: Agung Budi
- Editor: PWI Malang Raya
- Sumber: Liputan










Saat ini belum ada komentar