Peweimalang.com, Kota Malang – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melahirkan tenaga medis baru. Sebanyak 21 dokter resmi mengucapkan sumpah profesi dalam Prosesi Pengucapan Sumpah Dokter Periode XI yang digelar di Grand Ballroom Hotel Grand Mercure Malang, Selasa (21/7/2026).
Prosesi sakral tersebut menjadi penanda dimulainya pengabdian para lulusan sebagai dokter profesional yang siap memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan menjunjung tinggi etika profesi dan nilai-nilai keislaman.
Acara dihadiri Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., bersama jajaran wakil rektor, Dekan FKIK Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes., Sp.Rad(K), pimpinan fakultas, dosen, dokter pendidik klinis, serta sejumlah mitra rumah sakit dan instansi kesehatan.
Turut hadir Direktur RSUD Karsa Husada Batu, perwakilan RSUD Kota Malang, Dinas Kesehatan Kota Batu, RSU Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, RSUD Dr. Saiful Anwar, hingga Ketua Komkordik.
Rektor: Jadilah Dokter yang Membawa Manfaat
Dalam sambutannya, Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana mengucapkan selamat kepada para dokter baru. Ia mengingatkan bahwa sumpah dokter bukan sekadar seremoni, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT dan masyarakat.
“Jadilah dokter yang kehadirannya membawa manfaat bagi masyarakat, menjunjung tinggi etika profesi. Juga menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, humanis, serta berlandaskan nilai-nilai Islam,” pesannya.
Ia juga mengajak para lulusan untuk selalu menjaga nama baik almamater di setiap tempat pengabdian.
Dekan Tekankan Empat Pilar Ulul Albab
Sementara itu, Dekan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes., Sp.Rad(K), menegaskan bahwa para dokter baru harus menjadikan konsep Ulul Albab sebagai pedoman dalam menjalankan profesinya.
Empat pilar tersebut meliputi kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional.
“Sumpah dokter ini hanya sekali seumur hidup dan bukanlah akhir. Tetapi awal pengabdian mengemban amanah menjaga kesehatan manusia,” ujarnya.
Lahirkan Dokter Berprestasi
Prosesi sumpah dokter kali ini juga menjadi momen apresiasi bagi lulusan berprestasi. dr. Nuril Farid Abshori dinobatkan sebagai lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yakni 3,77.
Mewakili seluruh dokter baru, dr. Muhammad Habib Hidayatulloh menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang yang akhirnya mengantarkan mereka meraih gelar dokter.
Ia mengakui proses pendidikan kedokteran penuh tantangan, pengorbanan, dan perjuangan. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari doa orang tua, dukungan keluarga, bimbingan dosen, serta para dokter pendidik klinis.
“Hari ini menjadi bukti bahwa seluruh perjuangan itu akhirnya mengantarkan kami pada cita-cita menjadi dokter. Pencapaian ini bukan hanya milik kami, tetapi juga hasil doa, pengorbanan, dan kebaikan banyak orang yang telah mendampingi perjalanan kami,” ungkapnya.
Dengan bertambahnya 21 dokter baru, FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya mencetak tenaga medis yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga berkarakter, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia.





