UIBU Malang Miliki Visi Besar Ciptakan Lapangan Kerja, Putus Lulusan Perguruan Tinggi Kerja Sektor Formal

UIBU Malang Miliki Visi Besar Ciptakan Lapangan Kerja, Putus Lulusan Perguruan Tinggi Kerja Sektor Formal
Rektor UIBU Dr Nurcholis Sunuyeko saat diwawancarai awak media usai memimpin prosesi wisuda.

Peweimalang.com, Kota Malang – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang memacu untuk bertransformasi menjadi inkubator pencipta lapangan kerja (job creator). Karena saat ini lulusan perguruan tinggi ketergantungan terhadap lapangan kerja sektor formal, sehingga harus diputus. Dan perguruan tinggi tidak boleh lagi sekadar mencetak pencari kerja (job seeker), untuk itu UIBU memiliki visi besar dalam menciptakan lapangan kerja.

Demikian yang disampaikan, Rektor UIBU Malang Dr Nurcholis Sunuyeko, M.Si, Sabtu (12/9), kepada wartawan. Dia mengatakan, bahwa dirinya sudah mengumumkan penetapan status UIBU sebagai kampus berorientasi World Class Entrepreneurship. Pencanangan strategis ini, saat dia menyampaikan kepada 941 wisudawan, keluarga, serta tamu undangan saat prosesi wisuda ke-43 UIBU di Kota Malang, pada Kamis (10/9). Sedangkan langkah berani ini didasari pada peta rekam jejak alumni UIBU Malang. “Kampus yang berawal dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo, telah meluluskan lebih dari 53 ribu alumni,” tuturnya.

Dari total puluhan ribu alumni tersebut, lanjut dia, sebanyak 98 persen diantaranya telah terserap penuh di dunia kerja. Rinciannya tersebar di berbagai sektor publik dan swasta, dan

sebanyak 80 persen alumni tercatat telah berkeluarga. Selain itu, alumni UIBU banyak mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), personel TNI-Polri, hingga guru profesional di sekolah serta madrasah. Sedangkan 7 persen pemuda yang berani membuka usaha mandiri, dinilai sebagai aset berharga. Mereka adalah motor penggerak ekonomi riil di tengah masyarakat.

“UIBU telah mencanangkan diri sebagai perguruan tinggi World Class Entrepreneurship. Kita tidak ingin lulusan hanya mengandalkan sektor formal atau pegawai negeri. Inti dasar dari kehidupan adalah wirausaha (entrepreneurship), sehingga hidup adalah proses berkreasi tanpa henti,” ujar Nurcholis.

Dia menegaskan, kreativitas itulah yang membedakan satu individu dengan individu lainnya,  kreativitas menciptakan keunikan serta daya saing. Sehingga UIBU menginginkan seluruh mahasiswa dan lulusannya, mengantongi jiwa kewirausahaan. Mereka harus memiliki jiwa mandiri, keberanian membuka usaha sendiri, serta mental pantang menyerah. Guna mewujudkan visi global tersebut, UIBU telah merombak kurikulum pembelajaran secara mendasar. Nilai-nilai kewirausahaan dan Kurikulum Kebudiutamaan, diintegrasikan penuh ke dalam seluruh mata kuliah di semua fakultas.

Bahkan, Nurcholis menjelaskan, Kurikulum Kebudiutamaan ciptaan UIBU, kini diakui secara nasional. Kurikulum ini berhasil diadopsi dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di tingkat nasional. Semua hal yang terkait dengan dunia kerja, ikhtiar, dan usaha mahasiswa kita arahkan agar mereka menjadi insan entrepreneur tangguh. Pencanangan visi wirausaha kelas dunia ini, berdiri di atas fondasi mutu akademik yang sangat kokoh. Sedangkan UIBU saat ini telah mengantongi akreditasi institusi ‘Baik Sekali’ dari lembaga akreditasi nasional.

“Seluruh Program Studi (Prodi) di UIBU, telah terakreditasi resmi. Mulai dari jenjang Pascasarjana, Pendidikan Jasmani dan Rekreasi, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Ekonomi, hingga Fakultas Teknik,” pungkasnya.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *