Malaysia Berkaca Pada Bung Hatta, Koperasi Sebagai Wahana Paling Ampuh Capai Pemerataan Ekonomi

Malaysia Berkaca Pada Bung Hatta, Koperasi Sebagai Wahana Paling Ampuh Capai Pemerataan Ekonomi
Perdana Menteri Malaysia Dato' Seri Anwar bin Ibrahim saat meluangkan waktu menghadiri Mesyuarat Agung Tahunan Koperasi Profesional Putrajaya Berhad Koprojaya ke-10 di Putrajaya, Malaysia. (Istimewa)

Peweimalang.com, Malaysia – Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar bin Ibrahim telah meluangkan waktu untuk menghadiri Mesyuarat Agung Tahunan Koperasi Profesional Putrajaya Berhad (Koprojaya) ke-10 di Putrajaya, Malaysia, pada beberapa hari lalu. Sehingga dalam kehadirannya itu, Perdana Menteri tersebut, memberikan sambutan bahwa dirinya melihat gerakan koperasi dari sudut pandang yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar keuntungan atau pulangan dividen semata-mata.

Hakikatnya, koperasi membawa gagasan besar untuk membina kekuatan ekonomi rakyat melalui penyertaan yang lebih luas dan perkongsian manfaat yang lebih adil, berbanding sistem kekayaan yang hanya dimonopoli oleh segelintir pihak yang mempunyai kekuatan modal serta pengaruh. Sehingga dari situlah lahirnya pembahasan tentang keadilan sosial dan demokrasi sosial. Demokrasi yang sebenar tidak seharusnya hanya berkisar soal perebutan kuasa. Namun sebaliknya, demokrasi terbaik adalah demokrasi yang membuka ruang seluas-luasnya bagi rakyat untuk mengambil bahagian dalam kehidupan ekonomi dan menikmati hasil pembangunan negara secara bersama.

Bung Hatta Melihat Koperasi Sebagai Pemerataan Ekonomi

Atas dasar itulah, Bung Hatta di Indonesia melihat koperasi sebagai wahana paling ampuh untuk mencapai pemerataan ekonomi dan keadilan sosial. Beliau percaya bahwa masa depan Indonesia yang merdeka tidak boleh dibina atas penguasaan kekayaan oleh kelompok tertentu, melainkan mesti bertunjangkan marhaen dan penyertaan rakyat terbanyak dalam ekonomi. Dan juga seperti Dr Ambedkar di India pernah mengingatkan bahwa demokrasi politik tidak akan bermakna jika ia gagal merangkai sistem sosial yang menindas dan mengekalkan jurang pemisah dalam masyarakat.

Islam Ajarkan Dalam Kebaikan

Demokrasi yang murni mesti memberi ruang kepada golongan yang selama ini terpinggirkan untuk turut menikmati peluang dan kemajuan yang dirasakan oleh negara. Prinsip yang sama ini telah lama terpancar dalam ajaran Islam melalui semangat ta’awu yaitu saling bekerjasama dalam kebaikan. Karena Islam mengajarkan bahwa kelompok yang lemah tidak boleh dibiarkan dalam tantangan secara sendirian. Sebaliknya, kekuatan mereka perlu dihimpunkan agar mampu berdiri lebih teguh dan membina masa depan yang lebih baik bersama-sama.

Koperasi Memiliki Manfaat untuk Pertumbuhan Ekonomi

Justru, saya melihat koperasi sebagai antara instrumen penting dalam kerangka demokrasi sosial. Karena koperasi itu memperluas penyertaan, memperkasa rakyat, dan memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi tidak hanya mengitari dalam kalangan kelompok elit, tetapi mengalir kepada seramai mungkin anggota masyarakat. Dalam kerangka MADANI, kita ingin memicu pertumbuhan, menarik investasi, dan bidang-bidang baru seperti kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, serta peralihan tenaga. Namun, segala kemajuan ini hanya akan bermakna apabila hasilnya dapat dibagikan secara adil dan dirasakan oleh rakyat banyak.

Rakyat Dapat Peluang yang Sama Dapat Keadilan

Keadilan bukan bererti memberi perkara yang sama rata kepada semua. Keadilan yang sebenar adalah memastikan setiap rakyat mendapat peluang yang sama mengikut keperluan dan keadaan masing-masing. Inilah intipati kepada keadilan sosial dan ’adl wal ihsan atau memastikan kemajuan negara sentiasa menjunjung martabat manusia dan membawa kesejahteraan sejati kepada seluruh rakyat.(*).

Penulis : Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *