Pencegahan Fenomena fatherless dan Sinergi Pola Asuh Jadi Sorotan Utama di Harganas

Pencegahan Fenomena fatherless dan Sinergi Pola Asuh
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat memberikan penghargaan kepada Bupati Malang HM Sanusi dan Ketua TP PKK Kab Malang Anis Zaidah, di Pendapa Agung Kab Malang

Peweimalang.com, Kab Malang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pengprov Jatim) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menegaskan pentingnya penguatan unit terkecil masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Hal tersebut dibuktikan dalam rangkaian Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang dipusatkan di Kabupaten Malang. Sedangkan dalam rangkaian Harganas muncul isu krusial, seperti pencegahan fenomena fatherless (ketiadaan figur ayah) dan sinergi pola asuh (parenting) menjadi sorotan utama.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Rabu (29/7), usai mengikuti rangkaian peringatan Harganas ke-33, di Pendapa Agung Kabupaten Malang mengatakan, dalam peringatan Harganas, dirinya menyoroti adanya perubahan gaya hidup di era digital yang membawa dampak langsung terhadap dinamika relasi dalam keluarga.

Bacaan Lainnya

“Oleh karena itu, kehadiran negara dan pemerintah dinilai esensial untuk mendampingi keluarga agar tidak berjalan tanpa arah,” ujarnya. Sedangkan dalam momentum peringatan Harganas ini, dia masih katakan, telah menunjukkan bahwa kalau kita mau membangun bangsa dan negara, tidak selalu hanya dengan membangun jalan atau mendirikan gedung sekolah. Namun unit yang paling penting, yaitu keluarga, butuh kehadiran pemerintah, bukan sesuatu yang otomatis dibiarkan berjalan alami tanpa kehadiran pemerintah. Sehingga paradigma keluarga berencana saat ini telah bertransformasi. Perencanaan keluarga tidak lagi sekedar urusan alat kontrasepsi, melainkan upaya memastikan setiap pasangan memiliki visi yang matang sejak sebelum menikah hingga mengasuh anak, mengubah pola pikir “gimana nanti” dan “nanti gimana”.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin saat meninjau lomba tumpeng dan stand UMKM di halaman Pendapa Kab Malang yang didampingi Kepala BKKBN Provinsi Jatim Shodiqin dan Bupati Malang HM Sanusi

Fenomena fatherless, Emil menekankan bahwa pengasuhan anak itu mutlak memerlukan kerja sama (teamwork) yang seimbang antara ibu dan ayah. Peran keduanya memiliki porsi dan nilai yang tidak dapat saling menggantikan. “Kami juga mengingatkan para orang tua agar senantiasa menjaga komunikasi terbuka guna melindungi anak dari pengaruh buruk lingkungan luar. “Jangan sampai komunikasi itu putus. Karena kalau anak jadi korban bullying atau ada yang menawarkan hal-hal tidak baik, anak belum bijak untuk menilai. Pengalaman saya, anak-anak bisa terpengaruh vape, bayangkan kalau itu ternyata narkoba yang berbahaya. Jadi kehadiran ayah dan ibu bersama-sama sangat penting,” himbaunya.

Sementara itu Kepala Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Shodiqin menambahkan, bahwa indikator keberhasilan ketahanan keluarga mencakup siklus kehidupan yang komprehensif. Ruang lingkup tersebut dimulai dari fase calon pengantin, masa kehamilan, menyusui, tumbuh kembang balita, hingga masa lansia melalui program Bangga Kencana. Dan itu semuanya siklus kehidupan diurus dari Kependudukan Bangga Kencana. “Tentunya dengan perencanaan yang ada, sesuai dengan tahapan, maka itu semuanya akan dilalui. Dan apapun yang direncanakan pasti hasilnya akan baik,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Bupati Malang HM Sanusi menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ber komitmen penuh dalam mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Sedangkan untuk membentuk keluarga sehat, maka harus ada kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memberikan sosialisasi pembinaan keluarga sehat. “Gizi masyarakat kita jaga agar tercukupi, serta pendidikan dasar harus terpenuhi,” tuturnya.

Perlu diketahui, rangkaian Harganas di Kabupaten Malang juga turut diisi dengan apresiasi berupa penyerahan penghargaan dari kementerian kepada para kepala daerah dan Tim Penggerak PKK atas langkah konkret dalam menjalankan program prioritas pembangunan keluarga, yang diharapkan mampu menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Termasuk Bupati Malang menerima penghargaan dari Kemendukbangga.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *