Jemaah Haji Indonesia Wafat Saat Jalankan Ibadah Haji Capai 134 Orang

Jemaah Haji Indonesia Wafat Saat Jalankan Ibadah Haji Capai 134 Orang
Jutaan orang jemaah haji seluruh dunia saat melaksanakan ibadah haji di Makkah, arab Saudi. (Foto : Istimewa)

Peweimalang.com, Makkah – Angka kematian jemaah haji asal Indonesia pada musim haji 1447 Hijriyah 2026 Masehi mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga berakhirnya fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jumlah jemaah yang wafat tercatat sebanyak 134 orang.

Hal ini yang disampaikan, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (RI) Dahnil Anzar Simanjuntak. Dia mengungkapkan, bahwa angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada musim haji tahun lalu yang mencapai 267 orang. “Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan, terutama terkait pengelolaan kesehatan jemaah agar angka kematian dapat ditekan lebih rendah lagi pada masa mendatang,” ujarnya

Bacaan Lainnya

Meski menunjukkan tren positif, kata dia, Kementerian Agama bakal terus berupaya menekan angka kematian jemaah. Langkah ini dilakukan melalui peningkatan pelayanan kesehatan serta penguatan pengawasan terhadap kondisi fisik jemaah, khususnya kelompok lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti). Selain mencatat penurunan angka kematian, pelaksanaan fase Armuzna tahun ini berjalan lebih tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh jemaah berhasil diberangkatkan ke Arafah sesuai jadwal tanpa kendala keterlambatan yang berarti.

Menurut Dahnil, proses pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah hingga Mina juga berlangsung lebih lancar. Bahkan, kawasan Muzdalifah dilaporkan telah bersih dari jemaah pada pagi hari pada pukul 06.30 waktu setempat, bergerak jauh lebih cepat daripada musim haji terdahulu. “Meski secara keseluruhan sukses, namun tidak menampik adanya sejumlah persoalan di lapangan, terutama terkait kedisiplinan jemaah dan tata kelola penempatan tenda di Arafah maupun Mina,” jelasnya.

Dikatakan, ada beberapa upaya penertiban, termasuk pemasangan daftar nama penghuni tenda, sempat terganggu karena adanya oknum yang mencopot informasi tersebut. Akibatnya, petugas di lapangan sempat mengalami kesulitan dalam mengatur jemaah. Sementara itu di Muzdalifah, tantangan yang tersisa adalah kedisiplinan jemaah dalam mengikuti antrian keberangkatan menuju Mina, termasuk pentingnya mengantisipasi berbagai provokasi yang dapat memicu ketidaktertiban.

“Untuk itu, Kementerian Agama berkomitmen untuk memperkuat koordinasi antar Lembaga, serta meningkatkan ketegasan petugas dalam menjaga ketertiban selama pelaksanaan puncak ibadah haji pada tahun-tahun mendatang,” tandas Dahnil.(*).

 

Penulis: Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *