Peweimalang.com, Kab Malang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperkuat komitmennya dalam pengembangan transformasi digital melalui penjajakan kerja sama dengan delegasi Green Blue Consortium dari Republik Korea Selatan. Sedangkan inisiasi kerja sama tersebut ditandai dengan kunjungan delegasi Green Blue Consortium di Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang, pada Senin (11/5). Kemarin.
Hal ini dibenarkan, Bupati Malang HM Sanusi, Rabu (13/5), kepada wartawan, bahwa kedatangan delegasi Green Blue Consortium dari Republik Korea Selatan tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional pemerintahan sekaligus mendukung pengambilan kebijakan berbasis data secara real time.
“Kami meyakini inovasi ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung kebijakan berbasis data melalui informasi yang akurat secara real time,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama ini juga melibatkan dukungan Pemerintah Pusat, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemen Komdigi) serta Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) sebagai bagian dari pengembangan program Smart City nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ia menilai dengan dipilihnya Kabupaten Malang sebagai lokasi proyek menjadi peluang strategis untuk mempercepat adopsi teknologi cerdas yang berdampak pada peningkatan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Sanusi juga meminta seluruh perangkat daerah terkait memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program, termasuk dalam koordinasi teknis dan kunjungan lapangan yang dilakukan delegasi Green Blue Consortium dari Republik Korea Selatan. Seluruh perangkat daerah terkait diminta memberikan dukungan penuh dan melakukan koordinasi teknis secara intensif guna mendukung keberhasilan program tersebut.
“Melalui kemitraan tersebut, maka Kabupaten Malang diharapkan dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan kerja sama internasional di bidang teknologi dan transformasi digital,” tutur Sanusi.
Perlu diketahui, Perwakilan dari Green Blue Consortium Mr Hwang In-kyu melalui Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Malang Qintharra Ulya Yassifa menyampaikan, bahwa rencana proyek demonstrasi sistem monitoring dan pengendalian terintegrasi berbasis KNPU yang merujuk pada standar atau platform komunikasi yang digunakan untuk mendukung integrasi data secara real-time.
Sedangkan dalam sistem monitoring, KNPU berperan sebagai jembatan yang memastikan berbagai sensor dan perangkat kontrol dapat berkomunikasi secara efisien tanpa kendala interoperabilitas.
“Proyek tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan tata kelola kota modern melalui penerapan sejumlah teknologi digital,” paparnya.
KNPU sendiri, kata dia, merujuk pada platform teknologi canggih yang dikembangkan oleh konsorsium asal Korea Selatan. Sedangkan sistem ini berfungsi sebagai otak digital yang mengintegrasikan berbagai data dari seluruh penjuru kota ke dalam satu kendali terpusat, dan teknologi ini mencakup penerapan beberapa inovasi mutakhir.
Sementara, ada beberapa teknologi yang diperkenalkan antara lain pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung percepatan layanan public.
“Sistem digital twin guna membantu simulasi dan perencanaan wilayah secara lebih akurat, serta intelligent traffic management untuk meningkatkan efektivitas pengaturan lalu lintas dan mobilitas masyarakat,” tandasnya.(*).





