Panti Asuhan Darul Ikhlas Maknai Isra’ Mi’raj dengan Belajar Kehidupan Bersama
- calendar_month Sen, 19 Jan 2026

Peringatan Isra Miraj yang diselenggarakan Panti asuhan Darul Ikhlas.
Peweimalang.com, Kota Malang – Panti asuhan Darul Ikhlas memaknai Isra’ Mi’raj dengan mengajak belajar kehidupan bersama. Tema yang diangkat dalam peringatan ini ialah “Belajar Bersama, Tumbuh Bersama”, dengan mengajak seluruh peserta untuk benar-benar menyentuh makna kehidupan, lalu kembali dengan kesadaran untuk mengamalkannya.
Di momen ini, Isra Mi’raj tidak hanya diceritakan, tetapi dihidupkan. Nilai-nilai ibadah, kepedulian, dan kepekaan sosial dipelajari langsung dari kehidupan sehari-hari, agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ingatan, melainkan tumbuh menjadi amal nyata. Harapannya, nilai-nilai tersebut dapat tercermin sebagaimana pesan Surah Al-Ma’un tentang keberpihakan kepada sesama dan keikhlasan dalam berbagi.
Kegiatan berlangsung di Panti Asuhan Darul Ikhlas, sebuah tempat sederhana yang menyimpan banyak pelajaran tentang keteguhan dan harapan. Panti ini membina 33 anak didik yang tumbuh dalam keterbatasan, namun tetap menggenggam mimpi besar melalui pendidikan. Di tengah manajemen yang terbatas, komitmen untuk memprioritaskan pendidikan tetap menjadi napas utama perjuangan.
Sebagian anak panti mendapatkan kesempatan belajar melalui pengampuan di Sekolah Islam Bani Hasyim. Kerja sama di bidang pendidikan yang telah terjalin lebih dari 30 tahun ini tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga kembali menumbuhkan pengabdian. Anak yang dahulu diampu hingga jenjang S1 kini telah kembali mengabdi di Panti Asuhan Darul Ikhlas sebuah lingkar kebaikan yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan shalawat Al-Banjari yang mengalun syahdu, menghadirkan suasana hangat dan menenangkan. Shalawat menjadi pembuka yang menyatukan hati sebelum langkah-langkah kecil kebaikan dijalankan bersama.
Kebersamaan kemudian diwujudkan melalui gotong royong membersihkan lingkungan sekitar musholla. Membersihkan halaman, menyapu, membersihkan rumput dan merapikan area ibadah menjadi simbol bahwa belajar tidak hanya tentang menambah pengetahuan, tetapi juga merawat lingkungan dan membersihkan hati.
Suasana semakin hidup saat sesi pembelajaran dan permainan edukatif digelar. Di sinilah AM-KKM 41 Nuradaya hadir membaur tanpa jarak. Mereka terlibat langsung dalam game interaktif, mendampingi anak-anak belajar sambil bermain, menciptakan ruang yang hangat, akrab, dan penuh tawa. Proses belajar tidak terasa menggurui, tetapi tumbuh dari kebersamaan.
Keceriaan juga terasa saat kelas Bahasa Arab dan Bahasa Inggris berlangsung kolaboratif antara siswa SMP Islam Bani Hasyim, anak-anak panti, serta pendamping dari AM-KKM 41 Nuradaya. Sekat usia dan latar belakang mencair dalam semangat tholabul ‘ilmi, menegaskan bahwa belajar adalah tentang saling menguatkan.
Pada waktu yang sama, peserta putra melaksanakan shalat Jumat berjamaah. Sementara itu, peserta putri mengikuti kegiatan keputrian yang didampingi langsung oleh tim AM-KKM 41 Nuradaya. Mereka membantu menghandel jalannya pembelajaran fiqih wanita, menciptakan suasana yang nyaman, terarah, dan penuh perhatian, sebelum ditutup dengan shalat Dzuhur berjamaah.
Sebagai penutup, bantuan sembako dan amplop diserahkan sebagai wujud kepedulian nyata. Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini meninggalkan pesan yang dalam: ketika pulang, semoga yang dibawa bukan hanya kenangan, tetapi hati yang lebih peka, kepedulian yang tumbuh, dan tekad untuk terus menghidupkan nilai Isra Mi’raj dalam kehidupan sehari-hari.
Silaturahmi yang telah terjalin puluhan tahun ini diharapkan terus terjaga, menjadi jembatan kebaikan yang tidak terputus menghidupkan nilai-nilai langit melalui langkah-langkah kecil di bumi.
- Penulis: Redaksi
- Editor: PWI Malang Raya










Saat ini belum ada komentar