Peweimalang.com, Kota Malang – Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan Foveo-One, teknologi berbasis kamera yang mampu membaca arah tatapan sekaligus ekspresi wajah peserta didik saat belajar. Inovasi ini ditujukan untuk membantu pendidik memahami bagian materi yang benar-benar menarik perhatian siswa.
Teknologi tersebut memanfaatkan kamera yang sudah tersedia pada laptop atau komputer. Saat peserta mempelajari materi, sistem merekam arah pandangan dan respons ekspresi wajah secara bersamaan.
Dalam pembelajaran genetika, misalnya, siswa harus memahami teks, gambar kromosom, diagram persilangan hingga model struktur yang abstrak. Foveo-One dapat menunjukkan bagian mana yang paling lama dilihat, sering diperhatikan kembali, maupun yang justru terlewat.
Data tersebut kemudian divisualisasikan dalam bentuk heatmap dan scanpath sehingga pola perhatian peserta lebih mudah dianalisis.
Tak Perlu Perangkat Khusus
Foveo-One dikembangkan sebagai alternatif penelitian eye tracking yang selama ini umumnya membutuhkan perangkat khusus dengan biaya relatif tinggi.
Tim peneliti dipimpin Prof. Dr. Siti Zubaidah, S.Pd., M.Pd., bersama Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D., Zahra Firdaus, M.Pd., dan Wachidah Hayyuana, M.Pd.
Pengembangan dilakukan melalui Penelitian Terapan Prototipe Industri yang didanai UM dengan melibatkan PT Inovasiin Smart Solution sebagai mitra industri.
“Dengan menggabungkan data tatapan mata dan respons ekspresi wajah, kami ingin mengetahui bagian mana dari media pembelajaran genetika yang memperoleh perhatian tinggi dan bagian yang berpotensi membuat siswa kehilangan fokus,” ujar Prof. Siti.
Dari Tatapan hingga Respons Siswa
Foveo-One bekerja melalui platform berbasis web. Peneliti dapat memasukkan materi berupa teks, gambar, video atau PDF, menentukan bagian yang ingin diamati, lalu membagikan penelitian melalui tautan.
Peserta cukup melakukan kalibrasi kamera sebelum sistem merekam koordinat arah pandangan. Data tatapan kemudian dipadukan dengan indikator ekspresi wajah, seperti perhatian, keterlibatan, valensi dan gairah respons.
Pendekatan ini memungkinkan evaluasi pembelajaran tidak hanya mengandalkan angket atau pendapat siswa, tetapi juga melihat perilaku mereka ketika berhadapan langsung dengan materi.
Diuji pada Mahasiswa UM
Pada September 2026, Foveo-One diuji kepada 30 mahasiswa Biologi FMIPA UM. Mereka mencoba seluruh tahapan, mulai membuka studi, melakukan kalibrasi hingga mengikuti materi dan perekaman data perhatian.
Hasil awal menunjukkan platform relatif mudah digunakan. Masukan peserta selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan tampilan dan alur penggunaan.
Tim peneliti menargetkan pengujian lebih luas, termasuk kepada siswa SMA sebagai sasaran akhir penelitian.
“Harapan kami, Foveo-One dapat menjadi alternatif teknologi yang membantu peneliti dan pendidik memahami proses belajar secara lebih utuh, bukan hanya melihat hasil akhirnya,” kata Prof. Siti.
Ke depan, Foveo-One tidak hanya diarahkan untuk pembelajaran genetika. Teknologi ini berpotensi digunakan untuk mengevaluasi video pendidikan, bahan ajar digital hingga pengalaman pengguna pada berbagai aplikasi pembelajaran.
Dengan memanfaatkan kamera yang telah tersedia pada perangkat pengguna, UM mencoba membawa penelitian perhatian visual ke ruang belajar dengan teknologi yang lebih sederhana dan mudah diakses.





