Peweimalang.com, Kota Malang – Peringatan hari Kartini yang jatuh di setiap tanggal 21 April, Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) di Jalan Sukarno Hatta (Suhat) gunakan baju Kebaya.
Supeltas itu diketahui bernama Sukarni (55) warga Jalan Mawar Gang 1, Kecamatan Lowokwaru,
Sukarni memilih mengenakan baju kebaya, dalam mengatur arus lalulintas di pertigaan Jalan Sukarno Hatta (Suhat) ini untuk memperingati hari Kartini.
Dengan mengenakan kebaya warna merah, dan lengkap dengan make up-nya, Sukarni mengatur sepeda motor dan mobil yang lewat dengan ramah.
Dihadapkan awak media, Sukarni mengaku, memang sengaja setiap 21 April ini selalu mengenakan kebaya. Ini adalah caranya mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini.
“Saya mengenakan kebaya ini untuk memperingati hari Kartini, ini saya lakukan sejak saya menjadi Supeltas,” katanya, Senin (21/4/2026).
Sukarni menjelaskan, bahwa dirinya menjadi Supeltas sejak 15 tahun silam. Namun, resmi menjadi Supeltas di bawah arahan Satlantas Polresta Malang Kota sejak 12 tahun lalu.
“Saya menjadi Supeltas ini sejak tahun 2011 lalu, dan baru masuk dalam binaan Satlantas Polresta Malang Kota tahun 2014,” jelasnya.
Walau Supeltas ini terkesan untuk laki-laki, lanjut Sukarni, dengan semangat emansipasi perempuan dari Kartini membuat dirinya memilih pekerjaan jadi Supeltas tersebut.
“Karena hati nurani terketuk. Di samping itu kita gak bisa membedakan ya laki-laki dan perempuan. Selagi itu bisa kita kerjakan ya kita kerjakan. Masalah semangat ya semangat,” terangnya.
Sukarni menceritakan, awal mula belajar untuk mengatur lalulintas, sejak berjualan di daerah Suhat belasan tahun lalu.
“Awalnya sata memperhatikan Supeltas, setelah saya perhatikan, ternyata asik juga, saya awalnya belum terdaftar resmi. Saya akhirnya tanya-tanya dan belajar, akhirnya terdaftar resmi Supeltas,” ulasnya.
Ketertarikannya menjadi Supeltas, tambah Sukarni, karena Kota Malang semakin lama semakin macet, dan ingin membantu sedikit masalah khas perkotaan itu dengan menjadi Supeltas.
“Setiap lihat kemacetan kok semakin padat, semakin gak terkendali, apalagi di daerah Suhat, akhirnya saya menjadi Supeltas untuk mengatur lalulintas di pertigaan Suhat yang mengarah ke Jalan Semanggi Timur, mulai jam 06.00 sampai jam 10.00,” bebernya l.
Dalam melakukan tugasnya sebagai Supeltas, Sukarni tampak selalu senyum dan menyapa para pengendara.
“Memang itu SOP-nya seperti itu, harus Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santun. Itu yang saya terapkan,” akunya.
Senyum dan sapa itu dilakukannya terlepas dari semua keadaan. Ia mengaku ada keadaan yang cukup menantang. Kondisi macet dan ada kendaraan yang menerobos.
“Di situ saya harus tetap sabar. Tapi itu namanya tantangan dan harus kita bisa mengatasi,” tukasnya.





