Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik-Pemerintahan » Stok Beras Bulog Capai 59 Ribu Ton, Masih Stabil Jelang Nataru

Stok Beras Bulog Capai 59 Ribu Ton, Masih Stabil Jelang Nataru

  • calendar_month Rab, 3 Des 2025

Peweimalang.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Bulog Malang memastikan ketersediaan beras di wilayah operasional tetap aman. Hingga awal Desember 2025, stok beras mencapai 59.000 ton.

Kepala Bulog Sub Divre Malang, M. Nurjuliansyah Rachman menyebut bahwa hingga awal Desember 2025 pihaknya memiliki stok sekitar 59.000 ton beras yang tersebar di empat gudang, masing-masing dua di Pasuruan dan wilayah Malang.

“Bantuan pangan itu berupa beras per alokasi 10 kilo dan minyak 2 liter. Jadi setiap penerima bantuan pangan itu menerima beras 20 kilo dan minyak 4 liter,” jelas Rachman, Rabu (3/12/2025).

Pada program bantuan pangan di wilayah sekitar Malang, Racan menyebut kebutuhannya mencapai 6.653 ton beras dan 1.339 liter minyak.

“Untuk program bantuan pangan di wilayah Malang membutuhkan 6.653 ton beras dan 1.339 liter beras,” tambahnya.

Selain itu, stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sudah mencukupi. Rachman menyebut bahwa sejak Juli hingga Desember 2025, Bulog Malang telah menyalurkan kurang lebih 12.000 tin beras SPHP.

“Dengan HET-nya Rp 62.500, tapi untuk gudang Bulog harga belinya Rp 11.000,” katanya.

Mengenai stok di Bulog, Rachman mengatakan bahwa kalau Bulog telah melakukan penyerapan gabah dan beras langsung ke petani, selain itu juga melalui mitra. Penyerapan tersebut dilakukan di seluruh Jawa Timur yang termasuk Malang Raya.

“Penyerapan paling besar itu daerah Pasuruan,” imbuhnya.

Rachman memastikan bahwa stok beras masih aman untuk kebutuhan hingga 10 bulan ke depan, bergantung pada pola distribusi yang ditetapkan pemerintah melalui berbagai program.

Lebih lanjut, Rachman menegaskan bahwa untuk kebutuhan bulan Desember masih stabil dan tidak ada kenaikan yang drastis.

“Kalau kebutuhan Desember masih stabil. Distribusi SPHP terus berjalan sehingga tidak ada lonjakan permintaan,” ucap Rachman.

Ia menegaskan bahwa distribusi beras di bulan Desember tetap normal tanpa adanya peningkatan signifikan, sementara harga dan ketersediaan SPHP di Wilayah Malang terap terkendali menjelang akhir tahun.

“Masih normal saja sampai saat ini,” tutupnya.

  • Penulis: Agung Budi
  • Editor: PWI Malang Raya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less