Sastra Inggris UIN Malang Andalkan Integrasi Islam, Bilingual, dan Mata Kuliah Profesi

Sastra Inggris UIN Malang Andalkan Integrasi Islam, Bilingual, dan Mata Kuliah Profesi
Kaprodi Sastra Bahasa Inggris UIN Malang Dr. Agwin Degaf, M.A., (belakang tengah) bersama mahasiswa Prodi yang dipimpinnya.

Indonesiandaily.com – Program Studi Sastra Inggris Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki sejumlah keunggulan yang membedakannya dari program serupa di perguruan tinggi lain. Tak hanya mengandalkan penguasaan bahasa asing, prodi ini mengintegrasikan nilai Islam dan sains, menghadirkan lingkungan bilingual, hingga menyiapkan enam jalur profesi bagi mahasiswanya.

Ketua Prodi Sastra Inggris UIN Malang, Dr. Agwin Degaf, M.A., menegaskan bahwa seluruh program studi di kampusnya menerapkan konsep integrasi Islam dan sains. Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai mata kuliah keagamaan yang wajib ditempuh mahasiswa.

Bacaan Lainnya

Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan adalah keberadaan Mahad atau asrama mahasiswa. Seluruh mahasiswa baru diwajibkan tinggal di lingkungan yang mendukung pembelajaran bahasa dan agama secara bersamaan.

“Di Mahad, mahasiswa dibiasakan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab dalam aktivitas sehari-hari. Sistem ini menciptakan suasana imersi bahasa yang mempercepat kemampuan komunikasi mereka,” jelas Agwin.

Lingkungan kampus pun turut mendukung pembelajaran bilingual. Berbagai penanda dan informasi kampus ditampilkan dalam tiga bahasa: Indonesia, Arab, dan Inggris. Tak hanya itu, kehadiran mahasiswa internasional yang tinggal di Mahad turut memperkaya praktik berbahasa mahasiswa lokal.

“Interaksi lintas negara memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan komunikasi secara langsung,” tambahnya.

Integrasi Islam dalam Kajian Sastra

Selain mata kuliah keagamaan, Prodi Sastra Inggris UIN Malang menghadirkan sejumlah mata kuliah yang mengintegrasikan nilai Islam dalam kajian humaniora. Beberapa di antaranya adalah Islam dan Kebudayaan serta Islam and Literature.

“Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diajak memahami sastra dan budaya dari perspektif yang lebih luas,” papar Agwin.

Meski bernama Sastra Inggris, mahasiswa tetap mempelajari tiga bidang utama, yakni linguistik, sastra, dan kajian budaya. Kurikulum ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik sekaligus pemahaman budaya yang kuat.

Enam Jalur Profesi untuk Mahasiswa

Keunggulan lain yang dimiliki prodi ini adalah mata kuliah profesi yang sudah bisa dipilih sejak semester empat. Terdapat enam pilihan jalur karier yang dapat dipilih mahasiswa, meliputi pengajaran, kepemanduan wisata, penerjemahan, diplomasi, perfilman, dan jurnalisme.

“Mahasiswa menempuh total 16 SKS mata kuliah profesi selama tiga semester. Program magang juga disesuaikan dengan bidang yang dipilih,” ungkap Agwin.

Ia mencontohkan, mahasiswa yang mengambil jalur diplomasi berkesempatan menjalani praktik kerja di lembaga pemerintahan maupun kedutaan. Sementara itu, mahasiswa penerjemahan menjalani magang di lembaga atau agensi penerjemah.

Profesi Penerjemah Tetap Dibutuhkan di Era AI

Di tengah kemajuan kecerdasan buatan (AI), Agwin menegaskan bahwa profesi penerjemah manusia masih sangat dibutuhkan.

“Industri masih membutuhkan penerjemah yang mampu memahami konteks budaya dan bahasa lokal. Kemampuan memahami budaya lokal menjadi nilai tambah yang belum sepenuhnya dapat digantikan teknologi,” tuturnya.

Menurut Agwin, penerjemahan menjadi salah satu jalur profesi yang paling diminati mahasiswa. Permintaan pasar terhadap penerjemahan dokumen, manual produk, dan berbagai kebutuhan bisnis masih cukup tinggi. Selain penerjemahan, jalur pengajaran dan kepemanduan wisata juga menjadi pilihan favorit setiap tahunnya.

Jurnalisme Jadi Pilihan Menarik

Jalur profesi jurnalisme juga tak kalah diminati. Program ini didukung sejumlah praktisi media yang merupakan alumni Sastra Inggris UIN Malang.

“Beberapa lulusan bahkan berhasil berkarier di berbagai media nasional. Kehadiran praktisi sebagai pengajar memperkuat kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja,” kata Agwin.

Menurutnya, program profesi ini masih jarang ditemukan di Program Studi Sastra Inggris perguruan tinggi lain, termasuk di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia.

Kuota Selalu Terpenuhi

Minat masyarakat terhadap Prodi Sastra Inggris UIN Malang terbilang tinggi. Setiap tahun, kuota penerimaan mahasiswa baru yang mencapai sekitar 200 orang selalu terpenuhi.

Jumlah tersebut disesuaikan dengan kapasitas Mahad sebagai tempat tinggal mahasiswa. Penambahan fasilitas di Kampus III memungkinkan peningkatan daya tampung dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *