Peweimalang.com, Kab Malang – Proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan wilayah Blitar hingga Lumajang melalui Malang merupakan bagian dari mega proyek Pansela (Pantai Selatan) Jawa Timur (Jatim). Berdasarkan informasi terkini per awal tahun 2026, pembangunan jalur tersebut masih berlanjut secara bertahap, dengan fokus penyelesaian di wilayah Blitar-Malang dan perencanaan sambungan ke Lumajang.
Sehingga dengan kelanjutan pembangunan JLS dari Blitar-Malang-Lumajang melibatkan peran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jatim. Nantinya, jika pembangunan JLS selesai dibangun, jalannya menyambung Blitar-Malang-Lumajang, yang disuguhkan keindahan pantai yang dilalui pengendara bermotor. Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menunggu kelanjutan proyek JLS tersebut.
Menurut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto, Minggu (8/3), kepada wartawan, proyek JLS tersebut sinergi antara Provinsi Jatim dan Pemerintah Pusat. Sementara, Kabupaten Malang masih dalam tahapan proses pengajuan izin pemanfaatan lahan yang akan dibangun JLS. Sedangkan keterlibatan Pemprov, karena kelanjutan JLS masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jatim Tahun 2025-2029. Dalam proyek JLS itu,
Dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jatim-Bali.
“Titik awal di Simpang 4 Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang menuju Kabupaten Lumajang. Dan untuk pembangunan jalannya sepanjang 69,682 kilometer, yang diproyeksi dibangun pada 2028 dan akan selesai 2032,” paparnya.
Dalam dokumen RPJMD Pemprov Jatim, lanjut Tomie, terdapat 195 halaman dalam dokumen tersebut, yang disebutkan bahwa jalan itu merupakan proyek prioritas Pemprov Jatim di kawasan Bromo-Tengger-Semeru (BTS). Dan secara rinci disebutkan panjang trase JLS di Kabupaten Malang sepanjang 98,10 kilometer, dan sudah terbangun sejauh 50,86 kilometer.
Sedangkan untuk panjang trase JLS Kabupaten Lumajang sejauh 57,07 kilometer dan sudah terbangun sepanjang 30,50 kilometer.
Perlu diketahui, pembangunan JLS Blitar-Malang atau masuk pada Lot 3A/3B, sehingga target penyelesaian pembangunan JLS di Kabupaten Blitar, ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2026. Dan untuk Lot 3A pembangunan lanjutan JLS Blitar Selatan, khususnya Lot 3A, ditargetkan dimulai dan lanjut pada Juni 2026, dengan persiapan pembebasan lahan yang melibatkan Pemkab Blitar.
Sedangkan kondisi saat ini, jalur antara Blitar dan Malang Selatan dilaporkan sudah tersambung, namun sebagian besar masih berupa jalan proyek (tanah padat/makadam) dan dalam tahap pengaspalan atau pembuatan plengsengan (perbaikan).
Sedangkan progress pembangunan di wilayah Blitar dilaporkan sudah mencapai sekitar 35 persen pada pertengahan 2024 dan berlanjut pada 2025-2026. Dan untuk pembangunan Malang-Lumajang, target penyambungan rencana sambungan JLS antara Kabupaten Malang atau daerah Pantai Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan hingga Lumajang diperkirakan baru akan mulai dibangun pada tahun 2028. Dengan rute dari Sendangbiru hingga perbatasan Lumajang memiliki panjang sejauh 69-70 kilometer. Pembangunan proyek tersebut didukung oleh pinjaman luar negeri, termasuk dari Islamic Development Bank (IDB).(*).





