Peweimalang.com, Kab Malang – Pererat silaturahmi sekaligus meningkatkan wawasan anggota terkait isu kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan melalui pendekatan One Health. Maka Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Timur (Jatim) 2 menggelar Family Gathering dan Talkshow bertajuk VET SPECTA 2026 di Hotel El Karangploso, Kabupaten Malang, pada Sabtu (19/9).
Dalam kegiatan tersebut mengusung tema “One Vision, One Health, Stronger Together”, yang dihadiri sebanyak 250 orang peserta, yang terdiri dari dokter hewan anggota PDHI Jatim 2 beserta keluarga. Sedangkan dalam silaturahmi para dokter hewan tersebut juga digelar talkshow tiga perspektif yang menghadirkan Ketua PDHI Cabang Jawa Timur (Jatim) 2 drh Deddy Fachruddin Kurniawan, M.Vet, Dr. Yanies, Sp.N, dan Ustadz M. Yasak.
Sedangkan ketiga narasumber tersebut membahas tentang Veterinary Nation Switching mengenai perkembangan, tantangan, dan adaptasi profesi veteriner, Drh Deddy Fachruddin Kurniawan, M.Vet, membawakan materi “Veterinary Nation Switching” mengenai perkembangan, tantangan, dan adaptasi profesi veteriner.
Dalam acara tersebut, kata Ketua PDHI Cabang Jatim 2 drh Deddy Fachruddin Kurniawan, M.Vet, Selasa (22/9), kepada wartawan, hal ini juga menjadi penanda Kick Off World Rabies Day 2026, di wilayah kerja PDHI Jatim 2. Dimana secara simbolis, diserahkan sebanyak 700 dosis vaksin rabies kepada tujuh instansi untuk dilanjutkan dengan penanganan di wilayah masing-masing, seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.
Termasuk juga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo. Juga Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pasuruan, dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya Malang.
Selain bantuan untuk instansi, lanjut dia, PDHI Jatim 2 juga memberikan bantuan sebanyak 40 dosis vaksin rabies disuntikkan kepada tenaga medis veteriner secara mandiri untuk proteksi ekstra saat bertugas di lapangan. Sehingga untuk perkuat solidaritas anggota Setelah sesi materi dan seremoni, acara dilanjutkan dengan hiburan dan family gathering untuk menciptakan suasana akrab antar anggota dan keluarga.
“Kami berharap agenda ini terus menjadi ruang komunikasi dan kolaborasi. Visi One Health dinilai sangat krusial karena pengendalian penyakit zoonosis seperti rabies membutuhkan penanganan lintas sektor secara bersama-sama,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Deddy juga menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, solidaritas, dan kolaborasi di antara anggota. Dengan Tema “One Vision, One Health, Stronger Together” dipilih untuk menggambarkan semangat para profesi veteriner. One Vision mencerminkan kesamaan visi dalam membangun profesi veteriner. Sedangkan One Health keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
“Stronger Together menggambarkan pentingnya kolaborasi untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang semakin kompleks,” pungkasnya.





