Peweimalang.com, Kabupaten Malang – Niat hati ingin menyelamatkan ladang dari amukan si jago merah, seorang petani bernama H. Kusnin (63) justru harus meregang nyawa.
Korban ditemukan meninggal dunia setelah terjebak di tengah kebakaran lahan tebu seluas kurang lebih 5 hektare di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Kamis 10 September 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan, S.Sos., M.M., mengungkapkan bahwa korban merupakan warga Dusun Karangrejo, Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan. Korban tewas saat berupaya melokalisasi api di lahannya sendiri.
“Insiden bermula dari aktivitas pembakaran sisa panen tebu di lokasi kejadian,” ujar Sadono.
Menurut Sadono, situasi berubah berbahaya ketika embusan angin kencang membuat api dengan cepat merembet tak terkendali.
Menghadapi situasi tersebut, korban sempat berinisiatif membuat sekat bakar secara mandiri guna mencegah api meluas ke area lainnya.
“Kobaran api dalam waktu singkat semakin membesar, itu membuat korban kehilangan ruang gerak, dan akhirnya terjebak di tengah kebun tebu dan tidak sempat menyelamatkan diri,” jelasnya.

Mendapat laporan adanya warga yang terjebak, tim gabungan yang melibatkan unsur pentahelix langsung bergerak cepat menuju lokasi.
Petugas dari BPBD Kabupaten Malang, Pemadam Kebakaran, jajaran Forkopimcam Pakisaji (Polsek dan Koramil), perangkat desa, PMI, berbagai unsur relawan (Retkar, Rescue Bululawang, Popeye), serta masyarakat setempat langsung berjibaku memadamkan api hingga akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya.
“Setelah api berhasil dipadamkan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh petugas menuju RSUD Kanjuruhan untuk menjalani proses visum lebih lanjut,” tegasnya.
Akibat musibah kebakaran lahan tebu ini, kerugian material diperkirakan mencapai Rp160 juta. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat melakukan pembakaran sisa panen di tengah kondisi angin yang kencang.





