Jaga Kesinambungan Sejarah, Walikota Malang Bakal Raih Anugerah Kebudayaan dari PWI
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026

Walikota Malang Ir Wahyu Hidayat saat mempresentasikan program pembangunan yang menjaga kesinambungan sejarah.
Peweimalang.com, Jakarta – Walikota Malang Ir Wahyu Hidayat menjadi kandidat kuat bakal meraih anugerah kebudayaan. Penghargaan ini rencananya akan diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di momen peringatan Hari Pers Nasional.
Kandidat kuat tersebut nampak saat Wahyu Hidayat mempresentasikan program kerjanya yang menjadikan kebudayaan sebagai ruh pembangunan Kota Malang. Ia memaparkan visi strategisnya di hadapan tim juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Jumat (9/1/2025).
Dalam forum prestisius tingkat nasional tersebut, Wahyu tampil meyakinkan didampingi sejumlah sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang Muhammad Nur Widianto dan lainnya yang selama ini menjadi motor penggerak kebijakan kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta penguatan UMKM di Kota Malang.
Kehadiran jajaran OPD ini menegaskan bahwa visi kebudayaan yang dipaparkan bukan sekadar gagasan personal, melainkan kerja kolektif lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kota Malang.
Turut mendampingi pula Ketua PWI Malang Raya Cahyono, memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mengawal pembangunan berbasis nilai budaya.
Presentasi Wahyu disimak langsung oleh dewan juri, termasuk budayawan nasional Sujiwo Tedjo.
Wahyu menegaskan pembangunan Kota Malang tidak boleh tercerabut dari akar sejarah dan identitas lokal. Baginya, budaya bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan energi sosial dan ekonomi masa depan.
“Kami meyakini, kota yang besar adalah kota yang tidak melupakan asal-usulnya. Budaya bukan beban pembangunan, tetapi nafas yang menghidupkan pembangunan itu sendiri,” ujar Wahyu Hidayat.
Semangat “Menolak Lupa”, lanjut Wahyu, menjadi sikap kolektif Pemerintah Kota Malang dalam menjaga kesinambungan sejarah, budaya, dan kesejahteraan rakyat.
“Modernisasi tidak boleh mematikan ingatan kolektif. Kita boleh membangun teknologi canggih, tetapi jiwa Kota Malang harus tetap hidup dalam nilai-nilai budaya Ngalam,” tegasnya.
Dalam paparannya, Wahyu menguraikan Program 1.000 Event sebagai instrumen penggerak ekosistem seni dan ekonomi kerakyatan.
“Setiap event budaya bukan hanya panggung seni, tetapi juga dapur bagi UMKM, pedagang kecil, dan pekerja kreatif. Di situlah keadilan ekonomi bekerja,” katanya.
Upaya revitalisasi seni tradisional juga menjadi perhatian serius, termasuk pengaktifan kembali gedung-gedung kesenian dan pementasan Ludruk guna memastikan regenerasi pelaku seni tetap terjaga.
“Jika seni tradisi tidak diberi ruang tampil, maka yang terancam punah bukan hanya keseniannya, tetapi jati diri kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Malang Creative Center (MCC) diposisikan sebagai simpul pertemuan antara tradisi dan teknologi. Tempat Batik Malangan dan Wayang Beber dikembangkan menjadi produk digital modern.
“Budaya harus bergerak, adaptif, dan bernilai tambah agar tetap hidup di tengah generasi muda,” jelasnya.
Penguatan identitas lokal juga diwujudkan melalui penggunaan bahasa walikan dalam program Dasa Bakti seperti “Ngalam Asyik” dan “Ngalam Pinter”.
“Ketika bahasa lokal hadir dalam kebijakan publik, maka masyarakat merasa memiliki pembangunan itu,” ujarnya.
Komitmen kolektif antara Wali Kota dan jajaran OPD ini dinilai layak memperoleh pengakuan nasional melalui Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026, atas kepemimpinan visioner yang menjadikan seni budaya sebagai jembatan pemberdayaan masyarakat.
Saat ini, Kota Malang didukung 115 cagar budaya dan ratusan pelaku seni aktif. Kehadiran langsung Wali Kota bersama jajaran OPD dalam berbagai karnaval dan pawai budaya juga dinilai memberi dampak ekonomi nyata bagi pedagang kecil dan jasa kreatif di lapangan.
“Kami ingin manfaat budaya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar simbol,” pungkas Wahyu.
Melalui pencapaian ini, Wahyu Hidayat kembali menegaskan posisi Kota Malang di kancah nasional sebagai daerah yang mampu menyelaraskan kemajuan zaman dengan keagungan warisan budaya secara harmonis dan berkelanjutan.
- Penulis: Redaksi
- Editor: PWI Malang Raya










Saat ini belum ada komentar