International Sport Tourism Festival, Kota Batu Mantapkan Diri Sebagai Destinasi Sport Tourism
- calendar_month Sab, 19 Jul 2025

Festival Paralayang yang diselenggarakan di Kota Batu, diikuti peserta dari mancanegara. (Foto : Dafa)
Peweimalang.com, Kota Batu – Semangat sportivitas dan persahabatan internasional kembali mengisi langit Gunung Banyak. Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2025 resmi dibuka di venue paralayang Kota Batu, Jumat (18/7/2025).
Ajang tahunan ini tak hanya menjadi wadah unjuk kemampuan bagi atlet paralayang, tetapi juga menjadi momentum strategis memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi unggulan sport tourism di Indonesia.
Festival yang digelar atas kolaborasi Dinas Pariwisata Kota Batu dan Pengurus Provinsi (Pengprov) Paralayang Jawa Timur ini diikuti 83 atlet, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.
Ketua Panitia, Matur Husairi, menegaskan bahwa BISTF bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana promosi keindahan alam dan potensi wisata Kota Batu.
“Ini tahun ketiga kami berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata. Alhamdulillah, peserta dari berbagai daerah dan luar negeri turut hadir. Selamat datang di Kota Batu, kota wisata yang luar biasa,” ujar Matur dalam sambutannya.
Matur yang juga menjabat Ketua Pengkab Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Kabupaten Bangkalan, turut berbagi kisah saat pertama kali terjun di Gunung Banyak pada 2007.
Ia menekankan pentingnya keberanian dan keselamatan dalam olahraga dirgantara, serta berharap BISTF dapat terus digelar sebagai ajang peningkatan prestasi dan promosi wisata olahraga yang berintegritas.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua FASI Provinsi Jawa Timur, Kolonel Kadispotdirga Lanud Abd Saleh, Kolonel Pom Koonst Donnel Soriton, mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan dalam setiap sesi terbang.
“Olahraga paralayang penuh risiko. Sekecil apa pun kesalahan bisa berakibat fatal. Karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas, baik bagi atlet maupun panitia,” tegas Donnel.
BISTF juga diharapkan menjadi tolok ukur peningkatan prestasi atlet sekaligus sarana mempererat persatuan dan kebersamaan antarbangsa.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menilai sport tourism seperti BISTF harus menjadi bagian penting dari strategi penguatan sektor pariwisata, terutama untuk mengisi kunjungan di hari-hari biasa yang cenderung sepi wisatawan.
“Batu punya potensi alam luar biasa. Kalau event seperti ini digelar rutin, tentu berdampak positif pada okupansi hotel, sektor kuliner, hingga UMKM,” ucap Heli.
Bahkan menurutnya yang ikut terbang bisa mengajak keluarga hingga orang tuanya untuk menginap di sini, canda Heli, yang disambut tawa peserta.
Heli menambahkan, Pemkot Batu berkomitmen lebih aktif menginisiasi agenda sport tourism guna mendongkrak kunjungan wisata di luar musim liburan.
Pemkot juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi dan asosiasi perhotelan, agar potensi Gunung Banyak dan olahraga dirgantara bisa menjadi daya tarik wisata baru.
“Insya Allah, lewat sport tourism kita dorong geliat ekonomi lokal. Pemerintah harus hadir mendukung,” tandasnya.
BISTF 2025 dijadwalkan berlangsung hingga 20 Juli 2025. Panitia berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga keselamatan.
Harapannya ke depan, festival ini diharapkan semakin menjadi magnet bagi atlet dan wisatawan mancanegara, sekaligus memperkuat posisi Kota Batu di peta sport tourism internasional
- Penulis: Dafa Pratama
- Editor: Redaksi PWI Malang Raya
- Sumber: Rilis










Saat ini belum ada komentar