Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Gelar Studium General, Bahas Peran Perempuan dalam Al-Qur’an dan Hadist

Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Gelar Studium General, Bahas Peran Perempuan dalam Al-Qur’an dan Hadist

  • calendar_month Jum, 31 Okt 2025

Peweimalang.com, Kota Malang – Fakultas Syariah Program Studi (Prodi) Ilmu Al- Qur’an dan Tafsir (IAT) dan Prodi Ilmu Hadist (ILHA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang kembali menggelar Stadium General di Aula Gedung C lt 3 pada Jumat (31/10/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema ‘Menafsir Ulang Peran Perempuan dalam Al-Qur’an dan Hadist’. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman Al-Qur’an merupakan sistem dan proses yang memotret perempuan dalam kehidupan.

Dekan Fakultas Syariah UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Umi Sumbulah. (Agung Budi)

Kegiatan Studium General ini dibuka oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Umi Sumbulah. Dalam sambutannya Prof. Umi menyampaikan bahwa Prodi ILHA dan IAT UIN Maliki Malang tidak hanya mengkaji tentang ayat tafsir dan hadist tafsir. Namun, juga mengkaji ayat-ayat tentang moderasi agama.

“Jadi membahas tentang Hak Asasi Manusia (HAM), multi-kulturalisme yang juga harus menjadi pengembangan film, Al-Qur’an dan tafsir di Fakultas Syariah,” ujar Prof. Umi.

Dekan Fakultas Syariah UIN memberikan sambutan dalam Studium General. (Agung Budi)

Prof Umi menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menguak, mengeksplorasi keinginan dan kesetaraan dan keadilan yang ada di Al-Qur’an dan hadist.

“Bagaimana mengkontekstualisasikan makna, nilai dan juga adil gender yang ada di dalam Al-Qur’an dan hadist di era modern ini,” tegasnya.

Pemateri pertama sekaligus Dosen PTIQ Jakarta, Dr. Nur Rofiah menjelaskan bahwa pembahasan kali ini berfokus pada tafsir dalam perspektif keadilan perempuan.

“Sejarah kekerasan manusia tidak bisa dilepaskan dari perang, penjajahan, dan perbudakan, khusus terhadap perempuan terdapat pula budaya mengubur hidup-hidup, mengoleksi, dan menguasai,” papar Dr. Rofiah.

Dr. Rofiah menekankan pentingnya memahami perempuan sebagai subjek penuh dan manusia utuh. Ia juga kembali menegaskan bahwa keadilan hakiki perempuan merupakan bagian penting dalam memahami tafsir keagamaan secara komprehensif.

“Al-Qur’an harus dipahami sebagai sistem dan proses yang memotret peran secara adil dan menyeluruh,” ujarnya.

Selanjutnya, Pemateri kedua sekaligus Dosen Syariah UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Fauzan Zenrif, M. Ag menekankan pentingnya sumber moral dalam meneguhkan nilai kesetaraan. Menurutnya, sumber moral nilai kesetaraan adalah etika atau akhlak yang luhur.

“Pemilik etika yang luhur akan mampu mengawal cara pandang, cara melihat dan cara bertindak,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa menafsirkan perlu menyeimbangkan konteks dan teks agar mampu menyelami maqasid syariah.

“Gen Z perlu mengambil partisipasi aktif menyebarkan konten Al-Qur’an yang santun dan ramah terhadap perempuan melalui literasi di media dan mempertimbangkan strategi algoritma,” pungkasnya.

  • Penulis: Agung Budi
  • Editor: PWI Malang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less