Dua Desa di Kabupaten Aceh Tenggara Hilang, Warga Terisolasi dan Sulit Diakses
- calendar_month Sab, 13 Des 2025

Warga desa di Kabupaten Aceh Tenggara terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor saat terima bantuan makanan yang disalurkan melalui BPBD kabupaten setempat. (Relawan Bencana)
Peweimalang.com, Aceh – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara menyebabkan dua desa di Kecamatan Ketambe, yaitu Desa Rumah Bundar dan Desa Ketambe hilang, dan hingga kini jalan terisolasi dan sulit diakses. Dengan bencana alam yang sangat dahsyat itu, akses darat ke wilayah tersebut terputus total akibat timbunan tanah longsor, dan jembatan yang rusak, membuat desa-desa tersebut terisolir selama beberapa waktu.
Warga dari desa-desa yang terisolasi, termasuk Desa Ketambe dan Desa Simpur, terpaksa menggunakan jalur setapak pegunungan yang terjal dan berbahaya untuk mendapatkan bantuan bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya dari pusat kota.
Selain di Kecamatan Ketambe, bencana ini juga melanda desa lain di wilayah Aceh Tenggara. Antara lain, Desa Kayu Metangur di Kecamatan Ketambe, Desa Lawe Pinis di Kecamatan Darul Hasanah, Desa Lawe Penanggalan di Kecamatan Ketambe, yang mengalami banjir bandang dengan korban jiwa.
Pemerintah Pusat terus berupaya perbaikan akses jalan nasional yang menghubungkan Kutacane dengan Gayo Lues terus dilakukan oleh pihak berwenang, meskipun terhambat oleh kondisi cuaca dan medan yang sulit.
Sebagai tambahan informasi, bencana hidrometeorologi yang melanda hampir seluruh Aceh pada akhir November hingga awal Desember 2025 ini telah menyebabkan ratusan korban jiwa dan puluhan orang masih dinyatakan hilang di berbagai wilayah terdampak.
“Saat ini warga yang terdampak di dua desa yakni Desa Rumah Bundar dan Desa Ketambe hilang, Kabupaten Aceh Tenggara, menyebabkan dua desa tersebut hilang, karena terjangan tanah longsor dan banjir bandang yang sangat dahsyat, bahkan informasi yang kami terima juga membawa korban ratusan orang meninggal dunia,” terang salah satu warga Kabupaten Aceh Tenggara Nazarudin, Sabtu (13/12), kepada wartawan.
Dengan peristiwa bencana tersebut, lanjut dia, maka masyarakat di dua desa itu, kini sangat membutuhkan bantuan, yang tidak hanya kebutuhan bahan pokok, namun juga dibutuhkan pakaian, serta susu bayi, bubur bayi, dan pakaian bayi Sebab, warga yang menjadi korban itu, tidak menyisakan harta benda termasuk pakaian. Hal itu dikarenakan rumah tempat tinggalnya diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor.
“Untuk itu, dirinya berharap agar para dermawan untuk memberikan donasi pada warga yang desanya hilang. Karena mereka sangat membutuhkan bantuan, agar mereka bisa bertahan hidup,” pintanya. (*)
- Penulis: Redaksi
- Editor: PWI Malang Raya











Saat ini belum ada komentar