DPUPRPKP Kota Malang Pastikan Februari 2026 Jembatan Sonokembang Dibangun

DPUPRPKP Kota Malang Pastikan Februari 2026 Jembatan Sonokembang Dibangun
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto

Peweimalang.com, Kota Malang – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan Jembatan Sonokembang yang berada di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing.

Anggaran sebesar itu digelontorkan untuk proyek pembangunan Jembatan baru dengan rancangan yang lebih kuat dan tahan lama dibandingkan bangunan sebelumnya. Untuk pengerjaannya dipastikan akan dimulai bulan Februari 2026 mendatang, setelah proses lelang selesai.

Bacaan Lainnya

“Kami targetkan mulai dikerjakan di bulan Februari, tentunya konstruksi jembatan baru itu berbeda dengan jembatan lama. Kami bangun lebih tinggi dan lebih lebar, serta menggunakan material yang lebih bagus, yakni precast beton. Karena kualitasnya lebih baik, anggarannya juga menyesuaikan,” ucap Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, saat ditemui awak media, Selasa (27/1/2026).

Dandung menjelaskan, penggunaan material precast beton itu dipilih karena memiliki mutu yang lebih terkontrol serta kekuatan struktur yang lebih stabil.

“Sistem pracetak ini mampu meningkatkan daya tahan jembatan terhadap beban lalu lintas dan faktor lingkungan, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan di masa mendatang,” jelasnya.

Sebab, lanjut Dandung, secara teknis Jembatan Sonokembang dirancang memiliki panjang sekitar 17 meter dengan lebar diperluas dari sebelumnya 5,5 meter menjadi 9 meter.

“Pelebaran ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas lalu lintas sekaligus memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan,” terangnya.

Dandung menjelaskan, selain pelebaran, elevasi jembatan juga akan dinaikkan sekitar satu meter untuk menyesuaikan dengan kondisi jalan dan aliran air di sekitarnya.

“Ketinggian jembatan akan disesuaikan dengan elevasi jalan. Dari arah utara jalannya akan dibuat lebih landai sehingga lebih nyaman dan aman. Aliran air juga menjadi lebih lancar dan tidak mudah tersumbat sampah,” ulasnya.

Selain itu, tambah Dandung, pada sisi kanan dan kiri jembatan juga akan disediakan trotoar bagi pejalan kaki dengan lebar sekitar satu meter, yang diharapkan dapat meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pejalan kaki.

“Nanti lebarnya sekitar sembilan meter, panjangnya 17 meter. Kanan dan kiri akan kami beri ruang untuk pejalan kaki, masing-masing kurang lebih satu meter,” tambahnya.

Akan tetapi, ketika ditanya selama proses pembangunan berlangsung, Jembatan Bailey yang saat ini digunakan sebagai jembatan sementara itu apa tetap terpasang?, Dandung menegaskan selama proses pembangunan, Jembatan Bailey itu akan tetap difungsikan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.

“Jembatan Bailey masih kami pertahankan dan akan dibongkar setelah jembatan baru permanen selesai dan siap dioperasikan. berfungsi,” tegasnya.

Sebagai informasi, Jembatan Sonokembang tersebut sebelumnya ambrol pada Oktober 2025. Sejak saat itu, fungsi jembatan digantikan oleh Jembatan Bailey sebagai solusi sementara bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *