Bupati Malang Respon Cepat Tinjau Jalan Longsor di Desa Taji
- calendar_month 0 menit yang lalu

Bupati Malang HM Sanusi saat melakukan peninjauan jalan yang menghubungkan antar desa longsor, di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. (Foto : Prokopim Setda Kabupaten Malang)
Peweimalang.com, Kab Malang – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Malang Timur, Kabupaten Malang, mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Desa Taji, Kecamatan Jabung, kabupaten setempat, sehingga menyebabkan jalan desa yang menghubungkan antar desa, terganggu. Sebab, tanah yang longsor sepanjang 15 meter, jalan hanya tersisa 2 meter. Meski terjadi tanah longsor, namun jalan tersebut masih bisa dilalui kendaraan Roda Dua (R2) dan Roda Empat (R4), namun tidak terlalu berat.
Dengan adanya tanah longsor pada jalan yang yang menghubungkan antar desa tersebut, hal ini mendapatkan respon cepat dari Bupati Malang HM Sanusi, yang langsung melakukan peninjauan ke lokasi tanah longsor di Desa Taji. “Saat ini tanah longsor yang terjadi di Desa Taji sudah ditangani melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang dengan harapan agar dapat segera terselesaikan. Dan sebenarnya, jalan menuju Desa Taji ini sudah masuk dalam penganggaran DPUM tahun anggaran 2026 ini,” jelas Bupati Malang HM Sanusi, Senin (2/3), kepada wartawan usai meninjau tanah longsor di Desa Taji.
Disampaikan, untuk anggaran sudah ada tinggal pelaksanaannya, tapi keduluan tanah longsor ini. Sedangkan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 300 juta untuk membangun plengsengan dan Rp 500 juta untuk Pembangunan jalannya. Selain jalan yang longsor di Desa Taji ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga akan membenahi jalan rusak di Desa Sukopuro dan Desa Taji Kecamatan Jabung. “Lonsornya tanah di jalan yang menghubungkan antar desa itu, disebabkan faktor alam. Sebelumnya, di wilayah Malang Timur pada Sabtu (28/2), diguyur hujan lebat. Sehingga badan jalan tergerus air hujan, yang mengakibatkan tanah longsor,” tutur dia.
Sementara itu, Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnadi Kusuma menjelaskan, bahwa setelah kita lakukan peninjauan bersama Bupati Malang, tanah longsor terjadi di atas jalan, sehingga menutup jalur drainase yang mengakibatkan air hujan menggerus badan jalan. Dengan tanah longsor itu, maka pihaknya akan menangani dengan segera, mulai hari ini sudah mulai bekerja dan minimal besok hari Selasa (3/3), sudah mulai terpasang sesek bambu terlebih dahulu, dan diperkiraan akan selesai dalam waktu 5 bulan,” tuturnya. Sedangkan pemasangan sesek bambu itu, dirasa lebih bagus daripada pemasangan bronjong.
“Untuk sementara kita tidak memakai bronjong, karena lebih bagus menggunakan sesek bambu dengan dipasang sandbag atau kantong kuat yang diisi dengan material pasir, sirtu, dan sedikit kandungan tanah, agar vegetasi bisa tumbuh disitu,” terang dia.(*).
- Penulis: Redaksi
- Editor: PWI Malang Raya











Saat ini belum ada komentar