BPBD Kabupaten Malang Bersama Tim Gabungan Padamkan Api Karhutla di Gunung Arjuno Kabupaten Malang

BPBD Kabupaten Malang Bersama Tim Gabungan Padamkan Api Karhutla di Gunung Arjuno Kabupaten Malang
Personil BPBD Kab Malang bersama tim gabungan saat melakukan pemadaman api secara manual di Tahura Raden Soerjo Kabupaten Malang. (Foto: BPBD Kab Malang)

Peweimalang.com, Kab Malang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus berupaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo wilayah Kabupaten Malang terus dilakukan hingga, Rabu (21/10) siang, hingga 12.00 WIB. Tim gabungan dari berbagai unsur masih berada di lapangan untuk memadamkan api yang membakar lereng Pegunungan Arjuno.

Dampak dari kebakaran tersebut, kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, Rabu (21/10), kepada wartawan, yakni mencakup sejumlah titik di kawasan Pegunungan Arjuno yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Malang, meliputi Desa Gunungrejo dan Toyomarto di Kecamatan Singosari, serta Desa Donowarih di Kecamatan Karangploso. Sedangkan mengenai total luas lahan yang terdampak, Tim assessment dilaporkan masih melakukan pendataan di lapangan seiring dengan proses pemadaman yang terus berjalan.

“Hingga saat ini, tim gabungan terus berfokus pada percepatan penanganan pemadaman darat. Dan berdasarkan hasil pemantauan terkini, tercatat masih ada sebanyak 34 titik panas (hotspot) yang menjadi sasaran pemadaman,” tuturnya.

Dia menjelaskan, sebanyak 64 personel gabungan yang terdiri dari Polisi Hutan (Polhut), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), para relawan, hingga Himpunan Petani Pemakai Air (Hippam) diterjunkan ke lokasi. Sedangkan untuk operasi darat difokuskan pada pembuatan sekat bakar (ilaran), penimbunan bara api pada pohon dan area terdampak, serta pemotongan pohon tumbang untuk mencegah perambatan api ke vegetasi yang masih utuh.

Sehari sebelumnya, kata Sadono, sebanyak 30 personel berhasil membuat sekat bakar sepanjang hampir 1 kilometer di atas kawasan Budug Asu guna menahan laju api agar tidak merambat ke hutan lindung di bawahnya. Tim juga sukses memadamkan kobaran api di salah satu punggungan di atas Curah Sriti, serta melakukan pemadaman manual menggunakan ranting kayu di wilayah Kecamatan Lawang dan Tawangargo, Kecamatan Karangploso. Dalam pemadaman api di lokasi pemadaman, petugas di lapangan menghadapi tantangan berat.

Seperti, lanjut dia, medan yang terjal dan curam memaksa personel menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dalam waktu cukup lama untuk mencapai titik api. Selain itu, faktor cuaca berupa hembusan angin sering kali menyulitkan proses pemadaman dan berpotensi memicu kembali munculnya titik api baru. Dan untuk mendukung kelancaran operasi, maka penanganan difokuskan melalui tiga posko utama, yakni Pos Pendakian via Lawang, Pos Jalur Pendakian via Budug Asu Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, dan Pos Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso.

“Dukungan logistik juga telah disalurkan ke Pos Tawangargo guna menunjang kebutuhan para relawan dan petugas. Dalam rencana operasi selanjutnya, tim pertama dari jalur Budug Asu dijadwalkan kembali naik ke titik atas untuk memperluas pembuatan sekat bakar,” papar Sadono.

Sementara itu, dia katakan, sebanyak 12 personel dari Satuan Brimob disiagakan di Bukit Budug Asu dan akan bergerak menyusul tim utama begitu kondisi angin mereda. Di sisi lain, tim dari Tawangargo akan merapat ke Bukit Pusung Bunder, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso untuk melanjutkan pembuatan ilaran di sepanjang jalur pendakian setempat. Namun, dalam kebakaran hutan tersebut, dilaporkan tidak ada korban jiwa (nihil) dalam peristiwa karhutla tersebut.

“Tim gabungan terus memprioritaskan pemadaman dan pendinginan bara api di sepanjang jalur pendakian untuk meminimalkan risiko potensi kebakaran susulan,” pungkasnya.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *