Arema FC Siapkan Mental dan Taktik Hadapi Derbi Jatim di Kanjuruhan

Arema FC Siapkan Mental dan Taktik Hadapi Derbi Jatim di Kanjuruhan
Konpersi di kantor Arema jelang menghadapi Persik Kediri. (Toski)

Peweimalang.com, Kota Malang – Arema FC menatap laga derbi Jawa Timur menghadapi Persik Kediri dengan fokus tinggi.

Meski waktu persiapan terbilang singkat akibat jadwal padat dan perjalanan jauh usai melakoni laga kontra PSM Makassar, Skuad Singo Edan tetap optimis mengamankan tiga poin penuh di Stadion Kanjuruhan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Head Coach Arema FC, Marcos Santos, dalam konferensi pers di Kantor Arema FC.

Menurutnya, kondisi kelelahan tidak mengurangi tekad pemain untuk tampil maksimal.

Marcos menilai Persik Kediri adalah lawan yang tangguh dan tidak bisa diremehkan. Tim berjuluk Macan Putih itu dinilai memiliki kestabilan tim karena mempertahankan pelatih serta mayoritas pemain lama, ditambah kehadiran pemain baru berkualitas.

Persik tidak hanya mengandalkan serangan balik, tetapi juga mampu menguasai bola dan membangun serangan secara terorganisasi.

Perhatian khusus diberikan kepada Jose Henrique di lini depan, Careca di lini tengah, serta para pemain sayap yang memiliki kecepatan dan kelincahan.

Untuk itu, dengan mengandalkan kedisiplinan, fokus, dan gaya permainan kolektif demi mengamankan kemenangan kandang.

Jelang pertandingan, Marcos membeberkan pembaruan kondisi sejumlah pemain yang sempat menjadi sorotan, seperti Alfeanda Dewangga yang telah pulih sepenuhnya dari cedera dan mendapatkan lampu hijau dari tim medis untuk kembali tampil.

Sedangkan, Gustavo Henrique saat ini masih fokus menjalani pemulihan cedera serius berdasarkan keputusan manajemen dan tim medis.

“Kalau Samuel Otusanya dan Mauro Zistra, saat ini masih berproses mengembalikan kebugaran fisik dan ritme permainan setelah lama absen. Tapi, fleksibilitas keduanya menjadi opsi tambahan bagi tim pelatih,” jelasnya.

Marcos menegaskan bahwa efektivitas permainan kolektif jauh lebih penting daripada sekadar menumpuk penyerang murni di lapangan.

Menanggapi sorotan terhadap lini pertahanan Arema FC yang sempat kebobolan di menit-menit akhir laga sebelumnya, Marcos memberikan pembelaan sekaligus evaluasi.

Ia menilai kebobolan tersebut terjadi bukan karena kelemahan skema bertahan, melainkan akibat menurunnya konsentrasi pemain di ujung laga.

Selain itu, kegagalan mengonversi sejumlah peluang emas menjadi gol membuat lawan tetap memiliki kesempatan mengejar. Evaluasi menyeluruh telah dilakukan agar kesalahan serupa tidak terulang.

Menghadapi atmosfer derbi tanpa kehadiran suporter tim tamu, penjaga gawang Arema FC, Adi Satryo, mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan kedamaian di kandang sendiri.

“Kami harus menjaga kandang sendiri. Saya mengimbau seluruh suporter untuk tetap menjaga kedamaian, kondusivitas, dan keamanan,” ujar Adi.

Ia menegaskan bahwa rivalitas adalah bagian dari sepak bola, namun harus disikapi secara bijak agar tidak merugikan klub maupun keberlangsungan kompetisi Liga Indonesia.

Dengan persiapan mental, taktik, dan kedisiplinan yang matang, Arema FC siap menerjemahkan instruksi pelatih di atas lapangan demi meraih hasil optimal di hadapan pendukungnya sendiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *