Siswa SMK PGRI 3 Kota Malang Sabet Juara III Nasional Kapolri Cup E-Sport Mewakili Polda Jatim

Siswa SMK PGRI 3 Kota Malang Sabet Juara III Nasional Kapolri Cup E-Sport Mewakili Polda Jatim
SMK PGRI 3 Kota Malang juara III Esport tingkat nasional mewakili Polda Jatim. (Ist)

Peweimalang.com, Kota Malang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMK PGRI 3 Kota Malang di kancah nasional.

Tim e-sport sekolah tersebut sukses meraih Juara III dalam ajang Kapolri Cup E-Sport tingkat nasional setelah berjuang membela nama Polda Jawa Timur.

Keberhasilan ini diraih melalui rangkaian kompetisi yang panjang, mulai dari seleksi tingkat Polres hingga menjadi wakil resmi Polda Jatim yang bersaing dengan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia.

Salah satu siswa SMK PGRI 3 Kota Malang yang turut mengantarkan tim meraih prestasi tersebut adalah Al Hazby Lazuardy Yahya, siswa kelas XII Jurusan Elektronika Industri.

Ia bersama rekan satu timnya yang berasal dari SMKN 4 Malang dan SMK Mediatama harus melewati pertandingan-pertandingan berat, termasuk menghadapi tim tangguh asal Jember di tingkat regional serta menaklukkan perwakilan Bali pada babak awal di Jakarta.

Anggota tim lainnya, M. Muhammad Marfiano Putra Attala, mengungkapkan bahwa perjalanan mereka dimulai dari turnamen lokal hingga memperkuat tim yang mewakili Polres Batu.

Kemenangan di tingkat Polda mengantarkan mereka menuju panggung nasional di Jakarta hingga akhirnya sukses mengamankan posisi tiga besar.

Kepala SMK PGRI 3 Kota Malang, Dr. M. Lukman Hakim, S.T., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian siswanya.

Menurutnya, pihak sekolah selalu berkomitmen untuk memfasilitasi pengembangan potensi siswa secara seimbang, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Kami fokus pada penguatan talenta anak-anak agar mereka dapat mengembangkan potensi dan meraih prestasi. Keduanya harus berjalan seimbang karena masa depan siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan dan soft skill,” ujar Lukman, Rabu 9 September 2026.

Ia menambahkan, sekolah secara konsisten mendorong keaktifan siswa dalam berbagai kegiatan seperti olahraga, seni, teknologi, kepemimpinan, hingga e-sport.

Melalui wadah tersebut, para siswa tidak hanya dituntut berprestasi, tetapi juga belajar membangun kerja sama tim, komunikasi, kedisiplinan, kreativitas, dan mental kompetitif yang tangguh.

Dengan pengalaman berharga di tingkat nasional ini, para siswa tidak hanya membawa pulang trofi dan kebanggaan bagi sekolah serta daerah, tetapi juga motivasi untuk terus berkembang.

Marfiano dan rekan-rekan bahkan telah menargetkan hasil yang lebih baik untuk kembali bersaing dan memperebutkan posisi juara pertama pada kompetisi di masa mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *