Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga » Anggaran KONI Kabupaten Malang Dikepras Hanya Terima Rp 1,4 Miliar

Anggaran KONI Kabupaten Malang Dikepras Hanya Terima Rp 1,4 Miliar

  • calendar_month Ming, 21 Des 2025

Peweimalang.com, Kabupaten Malang – Anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang, pada tahun 2026 hanya menerima Rp 1,4 miliar, yang sebelumnya Rp 2,5 miliar. Sedangkan anggaran itu belum terpotong untuk anggaran Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Malang sebesar Rp 500 juta. Dan anggaran KONI tersebut bersumber dari dana hibah, yang digunakan untuk pembinaan atlet.

Sementara, KONI setempat memiliki 68 Cabang Olahraga (Cabor). Sehingga dengan anggaran yang sangat super minim itu menjadi masalah sendiri bagi pengurus KONI Kabupaten Malang. Sedangkan pengurangan anggaran itu, karena kebijakan Pemerintah Pusat untuk melakukan efisiensi anggaran di tahun 2026.

“Ini menjadi tantangan bagi pengurus KONI, yang mana anggaran 2026 nantinya hanya menerima Rp 1,4 miliar dipotong untuk anggaran PSSI sebesar Rp 500 juta, jadi sisa uang anggaran tersebut sebesar Rp 900 juta,” terang Humas KONI Kabupaten Malang Cahyono, Minggu (21/12), kepada wartawan.

Sehingga, kata dia, dengan anggaran yang super minim itu, tentunya anggaran akan fokus pada skala prioritas, yakni prioritas beralih dari kuantitas ke prioritas berbasis data, atau program terukur yang menggunakan bukti dan regulasi. Sehingga dengan anggaran yang minim itu, maka harus melakukan pendekatan, yakni sedikit tapi tepat sasaran, atau fokus pada program yang menjamin akuntabilitas dan kesinambungan. Sedangkan untuk tujuan jangka menengah, yakni prestasi tahun 2027, yang akan digelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X 2027, maka di depankan kemandirian dan regulasi sebagai pilar dukungan prestasi olahraga.

Selain itu, Cahyono juga menjelaskan, untuk anggaran olahraga prestasi juga berdampak efisiensi yakni sebesar Rp 50 juta. Dengan minimnya anggaran untuk prestasi olahraga, maka kemungkinan akan menjadi dampak turunnya prestasi atlet KONI Kabupaten Malang. Minimnya anggaran tidak hanya dialami KONI Kabupaten Malang.

“Namun, pada beberapa Porprov yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), hal ini tidak menciutkan para atlet dan pelatih untuk meraih prestasi,” tuturnya.

Dan ini bisa dibuktikan, kata dia, bahwa pada Porprov VII 2022, Kabupaten Malang masuk dalam tiga besar, Porprov VIII 2023 masuk lima besar. Sedangkan di Porprov IX 2025 Kabupaten Malang masuk pada empat besar. Sehingga dengan semangat yang luar biasa para atlet dan pelatih, Kabupaten Malang masih mampu menyumbangkan medali, meski belum bisa mencapai target juara umum maupun juara runner up.

“Kami berharap dengan anggaran yang sangat minim, KONI Kabupaten Malang tetap berkomitmen untuk terus mencetak atlet berprestasi, dan bisa membawa nama harum Kabupaten Malang, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional,” tegas Cahyono.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan, jika Ketua Umum (Ketum) KONI Kabupaten Malang H Rosydin, usai Rapat Kerja (Raker), pada Sabtu (20/12), di Cakra Residence Hotel, Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang telah menyatakan mengundurkan diri dari Ketua KONI Kabupaten Malang. Dan pengunduran dirinya itu lantaran telah gagal membawa Kabupaten Malang masuk tiga besar di Porprov IX 2025, yang saat itu Malang Raya sebagai tuan rumah, termasuk Kabupaten Malang.

“Saya mengundurkan diri dari Ketum KONI Kabupaten Malang, karena gagal untuk mempersembahkan Kabupaten Malang masuk tiga besar di Porprov IX 2025. Saya mengundurkan diri tidak ada paksaan atau intervensi dari mana pun. Ini murni dari lubuk hati saya yang terdalam. Dan Pejabat (Pj) Ketum KONI Kabupaten Malang untuk sementara dijabat Wakil Ketua Umum (Waketum) II Mulyadi,” terang Rosydin.(*).

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: PWI Malang Raya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less