KKI 2025 Ajang Unjuk Kemampuan Teknologi Maritim Mahasiswa
- calendar_month Kam, 4 Des 2025

Peweimalang.com, Kota Malang –
Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 menjadi ajang teknologi, kreativitas dan kolaborasi mahasiswa pada dunia kemaritiman. Kegiatan ini digelar di Universitas Muhammadiyah Malang pada Kamis sampai Sabtu (4-6/12/2025).
KKI 2025 ini diikuti oleh 93 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia yang terdiri dari 131 tim dan 119 Abdidaya Ormawa.
KKI menghadirkan lomba kapal cepat, lomba inovasi desain dan konstruksi (IDK) yang menitikberatkan pada perancangan kapal berdasarkan pendekatan Desain Kontruksi Kapal (DKK).
Panitia Penyelenggara KKI Abdidaya 2025, Amrul Faruq mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang berbagai prototipe teknis namun juga kemandirian maritim Indonesia.
“Ini bentuk kontribusi nyata untuk pemberdayaan masyarakat, UMKM, pendidikan dan pembangunan desa dan ormawa hadir menjadi motor gerakan perubahan sosial,” kata Amrul.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sangat luar biasa tang mempertemukan 131 tim KKI dan 119 Abdidaya Ormawa.
“Kegiatan ini sangat luar biasa yang mempertemukan 93 perguruan tinggi, ini luar biasa,” tegasnya.
Wakil Rektor III UMM, Nur Subeki mengatakan saat ini terdapat optimalisasi anggaran sehingga terdapat pola kompetisi yang bersinergi.
“Inilah bentuk sinergi dari berbagai bidang yang berbeda,” ucapnya.
UMM juga turut berkompetensi melalui Lembaga Semi Otonom Mekatronic. Mereka mengeluarkan Sengkaling Evo 6 untuk kategori Fuel Engine Remote Control (FERC) dan Boeing Mary Evo 5 untuk kategori Electric Remote Control (ERC).
Salah satu peserta dari UMM, Devany Aurellia Putri Setiawan mengatakan bahwa timnya sudah menyiapkan sejak enam bulan sebelum lomba.
“Kami sudah jauh-jauh haru menyiapkan dan juga membuat planning ke depannya,” kata Mahasiswa Teknik Industri UMM itu.
Devany juga menegaskan bahwa kendala yang dihadapi untuk saat ini ialah saat uji coba. Hal tersebut jika dilakukan uji coba dan menabrak kemungkinan tenggelam sehingga harus melakukan repair lagi.
“Kalau nabrak ada kemungkinan tenggelam, jadi mesin harus dibenahi dan diupgrade lagi,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu peserta dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Reviana Azzara Putri mengungkapkan bahwa fasilitas yang diberikan UMM untuk perlombaan sangat bagus, terutama Danau Kampus dan Area Sengkaling.
“Fasilitas untuk perlombaan juga sangat memadai jadi untuk kompetisi kapal juga sangat bagus,” tutupnya.
- Penulis: Redaksi










Saat ini belum ada komentar