Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Hasil Uji Laboratorium Menu SPPG Mangunrejo, Temukan Kandungan Nitrit dan E-Coli

Hasil Uji Laboratorium Menu SPPG Mangunrejo, Temukan Kandungan Nitrit dan E-Coli

  • calendar_month Rab, 19 Nov 2025

Peweimalang.com, Kabupaten Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengungkapkan hasil laboratorium insiden Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membuat 37 siswa dan dua guru MTs Al-Khalifah, Kepanjen yang dilarikan ke RSUD Kanjuruhan untuk mendapatkan perawatan.

Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo menjelaskan bahwa uji laboratorium sampel makanan dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) di Surabaya.

“Hasil uji laboratorium sampel makanan menunjukkan sedikit kandungan nitrit, yang berasal dari tahu. Bagi sebagian orang yang sensitif, zat itu bisa membuat mual,” jelas Wiyanto, Rabu (19/11/2025).

Menurut Wiyanto, keberadaan nitrit pada makanan dapat dipicu oleh kualitas bahan baku yang tidak sepenuhnya segar, terutama ketika penyedia harus mengolah makanan dalam jumlah besar.

“Pemilihan bahan kurang cermat. Bahan yang disiapkan dengan jumlah besar, sebagian biasanya kurang segar. Orang yang kondisi tubuhnya fit mungkin tidak terpengaruh, tetapi kalau kurang fit bisa mual. Itu pun tidak semua siswa yang merasakannya,” ungkapnya.

Selain kandungan nitrit, Kadinkes itu mengungkapkan bahwa ada juga kandungan E-coli. Wiyanto juga menyebut bahwa beberapa siswa minum susu terlebih dahulu sebelum menyantap menu MBG. Hal tersebut menurut Wiyanto bisa meningkatkan resiko mual.

“Dari hasil itu, terdapat Bakteri E-coli yang kemungkinan berasal dari air, bukan dari air tahu ya,” imbuhnya.

Menindaklanjuti kasus tersebut, Dinkes Kabupaten Malang berkomitmen memperketat pembinaan terhadap penjamah makanan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Malang. Pembinaan tersebut meliputi pelatihan dan sertifikasi bagi para pelaku yang terlibat pada program MBG.

“Pengawasan tidak mungkin dilakukan satu per satu, pembinaan akan terus kami lakukan. Penjamah makanan harus dibekali dasar-dasar pengolahan yang higienis dan sertifikasi,” tegas Wiyanto.

Wiyanto memastikan bahwa penjamah makanan di SPPG merupakan tenaga yang ditunjuk secara profesional. Hal tersebut mengingat bahwa diharuskannya menyediakan ribuan porsi setiap hari.

“Kalau dikerjakan secara profesional, hasilnya pasti baik. Kalau tidak profesional pasti tidak mungkin bisa menangani porsi,” tutupnya.

  • Penulis: Agung Budi
  • Editor: PWI Malang Raya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less