Beras Surplus, Warga Kabupaten Malang Tak Kesulitan Dapatkan Beras
- calendar_month Ming, 16 Nov 2025

Petani padi Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang saat melakukan panen padi dibantu Anggota Kodim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu
Peweimalang.com, Kabupaten Malang – Persediaan beras di Kabupaten Malang hingga bulan Desember 2025 atau akhir tahun ini dalam kondisi aman. Karena stok beras melebihi target atau mengalami surplus, sehingga masih ada cadangan beras untuk bulan berikutnya. Untuk itu, masyarakat tetap akan terpenuhi akan kebutuhan beras, dan tidak akan kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan beras. Meskipun pada bulan Desember mendatang ada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), hal ini tidak mempengaruhi persediaan beras.
Demikian yang dikatakan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi, Minggu (16/11), kepada wartawan. Dia sampaikan, bahwa kebutuhan beras untuk masyarakat Kabupaten Malang seberat 22.597 ton. Dan saat ini total luas panen hingga kini mencapai 3.909 hektar, dengan produktivitas 6,61 ton per hektar. Sehingga untuk persediaan beras saat ini mencapai 24.857 ton, jadi kebutuhan dan persediaan beras sudah melampaui stok. Selain itu, juga ada stok beras seberat 8.293 ton dari bulan sebelumnya.
Menurutnya, persediaan beras itu dari gudang Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dan distributor. Sehingga sampai saat ini ketersediaan beras total diproyeksikan sebesar 33.150 ton. Dengan total kebutuhan beras seberat 22.597 ton, maka surplus sebesar 10.553 ton.
“Artinya, masih terdapat hasil panen dari petani, jumlah tersebut cukup untuk konsumsi masyarakat hingga akhir tahun. Surplus beras tersebut bisa dijadikan cadangan pangan oleh masyarakat. Sehingga pada bulan mendatang masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan untuk konsumsi beras,” tuturnya.
Mahila dalam kesempatan itu, juga menjelaskan, beras yang diproduksi petani Kabupaten Malang tergolong premium. Hal ini bisa dilihat ketika memasak beras tekstur nasinya pulen dan rasanya enak.m namun warnanya sedikit kusam. Hal ini disebabkan, kelompok tani di Kabupaten Malang belum ada yang memiliki mesin pemutih beras. Sehingga pemasarannya masih kalah dengan beras produksi pabrik besar ternama. Untuk itu, dirinya akan mengusulkan kepada Anggota DPRD Kabupaten Malang, agar bisa membantu kelompok tani untuk memiliki mesin pemutih beras, melalui penganggaran APBD.
Disisi lain dia mengakui, jika Bank Indonesia (BI) telah memberikan satu mesin pemutih beras kepada asosiasi petani padi di wilayah Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Sedangkan mesin penggiling padi itu yang diterima asosiasi petani setempat selalu penggiling padi, karena setiap hari pasti ada yang digiling. “Mesin bantuan dari BI tersebut dibuat bergilir.
“Contohnya, Minggu ini waktunya menggiling padi petani di wilayah Kepanjen, namun belum panen, lalu mesin itu digunakan petani padi di wilayah lain yang sudah panen,” paparnya.(*).
- Penulis: Redaksi
- Editor: PWI Malang Raya










Saat ini belum ada komentar