Polres Malang Sinergi Lintas Instansi Guna Antisipasi Bencana Alam
- calendar_month Ming, 9 Nov 2025

Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo PS. (Istimewa)
Peweimalang.com, Kabupaten Malang – Itensitas hujan di wilayah Kabupaten Malang tinggi, hal ini berpotensi terjadinya bencana alam, baik itu banjir, tanah longsor, angin kencang hingga pohon tumbang. Sehingga untuk mengantisipasi terjadinya bencana tersebut, maka beberapa lembaga yang terkait telah mempersiapkan personel dan peralatan untuk membantu masyarakat yang wilayahnya diterjang bencana alam.
Salah satunya adalah Polres Malang terus memperkuat sinergi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Kabupaten Malang. Dari catatan yang dimiliki Polres setempat, bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat 356 kejadian bencana alam, mulai dari tanah longsor, angin kencang, hingga gempa bumi skala kecil. Sedangkan dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang sejak Januari hingga Oktober 2025 telah terjadi 58 kali angin kencang, 19 banjir, 37 pohon tumbang, 72 tanah longsor, dan 170 gempa bumi, dari total kejadian bencana itu, warga yang menjadi korban mengalami kerugian material ditaksir mencapai Rp 729 juta.
Menghadapi kondisi tersebut, kata Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo PS, Minggu (9/11), kepada wartawan, pihaknya telah melakukan sinergi dalam menghadapi potensi terjadinya bencana, seperti bersinergi dengan TNI, BPBD, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), Perusahaan Listrik Negara (PLN), Palang Merah Indonesia (PMI), relawan tanggap bencana, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang, hal ini guna untuk membangun pola koordinasi cepat dalam setiap penanganan bencana alam di lapangan.
“Sinergi lintas sektoral menjadi kunci utama untuk mempercepat langkah tanggap darurat di daerah rawan bencana. Karena Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sehingga kami perkuat sinergi dengan berbagai lembaga dan seluruh stakeholder agar setiap penanganan di lapangan bisa cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegasnya.
Menurut Kapolres, sinergi tersebut kita wujudkan melalui apel kesiapsiagaan, yang kita gelar pada beberapa hari lalu, di halaman Mapolres Malang, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, yang mana kita lakukan patroli bersama di daerah rawan bencana. Selain itu, kita juga melakukan latihan gabungan evakuasi, hingga penguatan posko komunikasi di setiap kecamatan. Sedangkan wilayah di Kabupaten Malang yang rawan bencana sudah kita petakan bersama BPBD. Dan pihaknya juga memastikan jalur evakuasi dan alat tanggap darurat bisa digunakan sewaktu-waktu.
Selain memastikan kesiapan personel, terang Danang, Polres Malang juga aktif mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana di sekitar tempat tinggalnya. Wilayah Kabupaten Malang memiliki kondisi geografis yang kompleks, mulai dari pegunungan, pesisir pantai, hingga dataran rendah. Sehingga kabupaten ini menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur (Jatim) memiliki tingkat risiko bencana alam tertinggi. Polres Malang memastikan upaya sinergi lintas instansi akan terus ditingkatkan hingga akhir tahun.
“Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari sistem tanggap bencana. Untuk itu, diperlukan Kesadaran dini sangat membantu petugas dalam mencegah korban bencana alam,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari Pos Lapangan (Poslap) BPBD Tumpang, pada Minggu (9/11), pukul 08.30 WIB, terjadi luapan air Sungai Amprong di wilayah Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, sebelumnya di wilayah setempat diguyur hujan dengan intensitas tinggi, yang mengakibatkan air Sungai Amprong deras dan membawa material bambu penghambat aliran sungai.
“Dampak dari luapan air Sungai tersebut, aliran Sungai Amprong tertutup material bambu dan sampah yang dikhawatirkan merusak konstruksi jembatan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.(*).
- Penulis: Redaksi
- Editor: PWI Malang Raya










Saat ini belum ada komentar