Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum-Kriminal » Bentrok di Depan Polresta Malang, Asap Gas Air Mata Brimob Masuk RS Saiful Anwar

Bentrok di Depan Polresta Malang, Asap Gas Air Mata Brimob Masuk RS Saiful Anwar

  • calendar_month Sab, 30 Agu 2025

Peweimalang.com, Kota Malang – Bentrok pecah di depan Polresta Malang Kota pada Jumat (29/8) malam sekitar pukul 22.00 WIB ketika tim Brimob tiba di lokasi. Ribuan massa yang sebelumnya mengepung kawasan tersebut langsung berhamburan setelah pasukan menembakkan gas air mata dari sisi selatan Jalan JA Suprapto.

Pasukan Brimob datang dengan atribut lengkap disertai truk pengurai massa dan berhasil memukul mundur demonstran hingga ke Jalan Pattimura. Dari pantauan lapangan, sejumlah peserta aksi mengalami luka akibat paparan gas air mata.

Asap gas air mata masuk ke lingkungan Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang (Dafa)

Tak hanya itu, semburan gas air mata turut masuk ke Gedung Perawatan Infeksi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) hingga ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Situasi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran pihak rumah sakit karena dikhawatirkan mengganggu kondisi pasien. Dampak serupa juga dirasakan di lingkungan Kesdam Brawijaya.

Hingga Sabtu dini hari pukul 00.02 WIB, sebagian massa masih bertahan di sekitar lokasi. Sementara itu, pasukan Brimob terus berupaya membubarkan kerumunan dan mengendalikan situasi.

Salah satu keluarga pasien di RS Saiful Anwar, Irawan, mengaku kaget mendengar ada letusan. Saat itu ia sedang menemani anaknya yang sedang dirawat di lantai dua rumah sakit.

Mendengar letusan dan kericuhan di bawah, ia langsung mencoba mencari tahu. Namun justru Irawan malah terkena gas air mata meski masih di area rumah sakit.

“Saya kaget ngeri karena ada ledakan. Waktu itu saya langsung turun dari lantai atas. Saya juga terkena asap gas air mata di samping IGD,” ujar warga asal Pasuruan.

Suara ledakan itu juga membuat anaknya yang sedang sakit hidung rapuh dan muntah ketika mimisan merasa takut.

“Kondisi anak saya juga terpengaruh. Saya istri menemani anak, dan saya suruh tidur saja,” pungkasnya.

  • Penulis: Dafa Pratama
  • Editor: PWI Malang Raya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less