Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Berada di 80.081 KMP se Indonesia, 57 KMP Kota Malang Ikut Diluncurkan

Berada di 80.081 KMP se Indonesia, 57 KMP Kota Malang Ikut Diluncurkan

  • calendar_month Sen, 21 Jul 2025

Peweimalang.com, Kota Malang – Peluncuran serentak 80.081 Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh Indonesia, menjadi bentuk komitmen Pemerintah Republik Indonesia, dalam mensejahterakan masyarakatnya. Dilakukan bersamaan dengan Hari Koperasi ke-78, Senin (21/7/2025).

Koperasi Merah Putih (KMP) ini, menjadi tonggak awal gerakan baru bagi Koperasi Indonesia yang modern, efektif dan digital. Serta melahirkan wajah baru bagi koperasi Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan menyampaikan, saat ini Indonesia harus swasembada pangan, air dan energi. Indonesia harus menjadi negara yang berdaulat tanpa tergantung dengan impor.

“Yang paling penting, kita harus memberdayakan pertanian kita sendiri. Berdikari melalui sistem yang adil dan berkelanjutan,” katanya.

Peluncuran koperasi ini, tambahnya, tidak hanya sebagai wadah produksi dan distribusi. Tapi juga untuk memotong pasokan, memberantas tengkulak dan rentenir.

Politisi PAN itu juga menyebut, Presiden Prabowo telah membentuk satuan tugas dan pusat yang diketuainya. Satgas ini memastikan, rakyat desa tidak berjalan sendiri. Tetapi ditemani, difasilitasi dan dipastikan keberhasilannya.

“Dalam waktu kurang lebih 2 bulan, lebih dari 80.081 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih ini sah secara hukum dan 108 lainnya siap beroperasi,” terangnya.

Sementara itu, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan, konsep koperasi adalah konsep orang lemah yang ingin kuat.

“Satu lidi tidak kuat, lemah kalau puluhan lidi, ratusan lidi dijadikan satu menjadi kuat. Jadi lemah dijadikan satu akan menjadi kekuatan itulah konsep koperasi,” ungkap Presiden ke-8 Republik Indonesia itu.

Menurutnya, Negara yang merdeka adalah negara yang bisa memberi makan rakyatnya. Rakyat yang merdeka dan Bangsa yang merdeka, adalah bangsa yang bisa menjamin, memberi kehidupan yang layak bagi seluruh rakyatnya.

“Karena kemerdekaan ini bukan hanya milik DPR, MPR dan sebagainya. Namun, kemerdekaan sejatinya adalah kemerdekaan ekonomi.”
“Karena itu pendiri-pendiri bangsa, perintis kemerdekaan dan pejuang kemerdekaan membentuk koperasi,” terangnya.

Disisi lain, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan, dari 80.081 koperasi yang diluncurkan, terdapat 57 Koperasi Merah Putih di setiap kelurahan dan desa di Kota Malang. Yang semuanya sudah memiliki akte Administrasi Hukum Umum (AHU).

Terkait pelaksanaannya, Wahyu menuturkan, akan dijalankan sesuai dengan potensi yang ada di desa dan kelurahan masing-masing.

“Tidak terlalu banyak, tapi memang prioritas supaya nanti bisa fokus. Terutama terkait simpan pinjam, sembako dan dengan beberapa bidang usaha,” tuturnya.

Pak Mbois, sapaan akrab Wahyu Hidayat menyampaikan, di Kota Malang sendiri sudah ada Koperasi Merah Putih yang sudah beroperasi. Yaitu Koperasi Merah Putih (KMP) Bumiayu yang terletak di Kelurahan Bumiayu.

Koperasi Bumiayu itu, kata Wahyu, masuk ke dalam Koperasi yang dikembangkan menjadi KMP. Pelaksanaan KMP di Kota Malang, akan bekerja sama dengan Dekopinda.

“Agustus nanti akan kami lakukan Bimtek, karena anggota KMP ini beragam latarbelakangnya. Ada yang tidak pernah ikut koperasi, ada juga yang pernah. Nah dari situ kita Bimtekkan dulu,” pungkasnya.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi akan lakukan sinergi dan kolaborasi antara koperasi di Kota Malang dan koperasi merah putih. (Agung)

Menanggapi hal serupa, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menyebut, pembentukan koperasi terdapat tiga kategori. Yaitu melalui pengembangan, revitalisasi dan buat baru.
Koperasi Merah Putih ini, sebutnya, tidak akan mengganggu koperasi-koperasi yang sudah ada di Kota Malang. Justru akan bersinergi dan berkolaborasi, untuk menghasilkan kekuatan sendiri dari ekonomi mikro bagi KMP.

Menurutnya, keberadaan KMP ini dapat memotong jalur distribusi. Terlebih, koperasi di Kelurahan Bumiayu, termasuk dalam kategori pengembangan dan revitalisasi sehingga bisa berjalan terlebih dahulu.

Eko menambahkan, 56 koperasi di Kota Malang ini dalam kategori buat baru.

“Nanti bisa menggunakan aset pemerintah untuk gedung Koperasi Merah Putih itu,” ucapnya.

Mengenai, sekitar 600 koperasi di Kota Malang yang kini tinggal sekitar 300 koperasi, Eko mengaku bakal menjadi evaluasi di KMP, dengan memperkuat kelembagaannya, pengurus, anggota dan melakukan pemberdayaan.

“Setelah pemberdayaan dan itu berjalan, nanti akan dilakukan pengawasan yang itu merupakan tugas pemerintah,” tutup Kepala Diskopindag Kota Malang itu. (*)

 

  • Penulis: Agung Budi
  • Editor: PWI Malang Raya
  • Sumber: Liputan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less