Kelapa Jadi Cemilan Vegan, Siswa SDN Sawojajar 5 Kota Malang Raih Penghargaan Gold Award

Kelapa Jadi Cemilan Vegan, Siswa SDN Sawojajar 5 Kota Malang Raih Penghargaan Gold Award
Keisha Aqilla Rafanda siswa SDN Sawojajar 5 Kota Malang saat menunjukkan hasil karyanya kelapa jadi cemilan vegan. (Foto: Istimewa)

Peweimalang.com, Jakarta – Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sawojajar 5 Kota Malang Keisha Aqilla Rafanda meraih penghargaan Gold Award dalam The 13th Indonesia Inventors Day (IID) 2026, yang berhasil membuat inovasi camilan kelapa berbasis freeze-drying. Sedangkan penghargaan tersebut diterima Keisha dalam acara awarding di SMESCO Indonesia, Jakarta, pada Selasa (6/10).

Karya yang dibawanya berjudul “COCO SNOW Innovation of Vegan Coconut Snack Using Freeze-Drying Technology”. Sederhananya, Keisha mengembangkan kelapa menjadi cemilan vegan dengan memanfaatkan teknologi freeze-drying.

Namun, bukan hanya produknya yang menarik perhatian. Saat sesi penilaian, Keisha mempresentasikan karyanya dalam bahasa Inggris. Pertanyaan dari juri juga disampaikan dalam bahasa Inggris dan dijawab Keisha dalam bahasa yang sama. Setelah mendengar penjelasan dan jawaban Keisha, salah seorang juri spontan mengatakan, “Your parents must be proud of you”.

Ucapan singkat itu menjadi salah satu momentum yang paling berkesan dalam presentasi Keisha. Dalam The 13th Indonesia Inventors Day (IID) 2026, diikuti 543 tim dari 21 negara, yang berlangsung pada 3-6 Oktober 2026, di Jakarta. Di ajang tersebut diikuti kurang lebih lebih 2.000 peserta.

Pesertanya datang dari berbagai latar belakang, mulai pelajar, mahasiswa, peneliti, akademisi hingga inventor. Indonesia menjadi tuan rumah bagi peserta dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Iran, Arab Saudi, Vietnam, Filipina, Tiongkok, Bangladesh, Polandia dan Uni Emirat Arab.

Di tengah peserta dari berbagai negara itu, Keisha membawa gagasan yang berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, ketika kelapa dipandang dengan cara berbeda. Kelapa bukan barang asing bagi warga Malang Raya, sehingga tanaman ini tumbuh di berbagai wilayah dan menjadi bagian dari potensi pangan serta perkebunan daerah.

Yang dilakukan Keisha adalah melihat bahan tersebut dari sudut yang berbeda. Bukan sekadar dikonsumsi sebagai kelapa, tetapi diolah menjadi produk baru dengan bantuan teknologi. Sehingga melalui COCO SNOW, kelapa dikembangkan menjadi cemilan vegan menggunakan teknologi freeze-drying.

Pendekatan itu memberi nilai tambah pada bahan pangan yang sederhana sekaligus memperkenalkan cara berpikir berbasis teknologi sejak usia sekolah dasar. Di situlah unsur STEM dalam karya Keisha terlihat. Ia tidak hanya membuat sebuah produk, tetapi juga belajar memahami bahan, proses, teknologi, kemudian menjelaskan hasilnya di hadapan juri.

Bagi anak seusianya, pengalaman itu tidak sederhana. Ia harus memahami apa yang dibuat, menjelaskannya dalam bahasa Inggris, mendengarkan pertanyaan dalam bahasa yang sama, lalu menjawabnya secara langsung.

Perjalanan COCO SNOW akhirnya berhenti di panggung penghargaan IID 2026 dengan Gold Award. Dari sebuah sekolah dasar di wilayah Sawojajar, Kota Malang, gagasan tentang kelapa itu dibawa ke Jakarta dan dipresentasikan di hadapan peserta dari berbagai negara.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *