Peweimalang.com, Kota Malang – DPRD Kota Malang menyoroti kondisi fasilitas penunjang keselamatan publik, khususnya ketersediaan hidran air bagi petugas pemadam kebakaran.
Berdasarkan data terbaru, dari total 50 titik hidran yang tersebar di Kota Malang, tercatat hanya 20 titik yang saat ini berfungsi dengan baik.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi A DPRD Kota Malang sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Danny Agung Prasetyo, menyatakan pihaknya akan segera mengambil langkah taktis dengan menjadwalkan rapat dengar pendapat (hearing) bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau saat ini disebut Perumda Tugu Tirta.
Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan air bertekanan tinggi bagi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) saat penanggulangan darurat kebakaran.
“Karena sekarang ini ada 50 titik hidran, di titik-titik hidran itu yang berfungsi 20. Maka kita nanti akan meminta kerja sama dari PDAM (Perumda Tugu Tirta),” ujar Danny, Minggu 20 September 2026.
Danny menjelaskan bahwa koordinasi ini melibatkan lintas komisi di parlemen.
Komisi A DPRD Kota Malang memiliki ruang lingkup kemitraan dengan Pemadam Kebakaran dan Satpol PP, sementara PDAM (Tugu Tirta) bermitra dengan Komisi B.
Kendati demikian, sinergi antarlembaga ini dinilai sangat mendesak demi kelancaran respons tanggap darurat bencana kebakaran.
“PDAM (Tugu Tirta) kan komisinya Komisi B, kalau saya kan kemitraannya adalah Pemadam Kebakaran dan Satpol PP. Maka kita nanti akan meminta koordinasi sama PDAM (Tugu Tirta) supaya nanti untuk tanggap bencana-nya kalau memang ada kebakaran itu segera dihidupkan atau bagaimana, nanti kita tinggal tunggu hearing,” terangnya.
Meski jadwal hearing formal masih dipersiapkan, inisiatif perbaikan ini telah mendapat lampu hijau dari pucuk pimpinan perusahaan air minum daerah tersebut.
Danny menyebutkan bahwa Dirut (Direktur Utama) Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, menyambut positif dan berkomitmen penuh untuk membantu pemulihan fungsi hidran di lapangan.
“Tapi saya sudah komunikasi, dan Pak Dirut PDAM terbuka dan ikut melayani masalah ini. Beliau open membantu daripada Pemadam Kebakaran untuk mengaktifkan apabila ada hidran-hidran yang mati,” tegasnya.
Terpisah, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang Priyo Sudibyo (Bogank), mengatakan bahwa saat ini pihak sedang mengidentifikasi titik hydrant yang ada.
“Saat ini kami tengah mengidentifikasi titik hydrant yang tidak berfungsi, sebab tigas kami (Perumda Tugu Tirta) hanya bertugas untuk memastikan hydrant-hydran itu ada tersambung saluran air,” katanya.
Sedangkan, lanjut Bogank, Perumda Tugu Tirta saat ini tengah berupaya untuk mencari bantuan dana untuk memperbaiki atau mengganti Hydrant yang rusak tersebut.
“Kami tengah komunikasi dengan PLN untuk mengucurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) nya untuk hydrant yang rusak, itu upaya kami (Perumda Tugu Tirta),” pungkasnya.





