Pawai Budaya sebagai Ajang Kreatifitas Warga dalam Meriahkan Hari Kemerdekaan RI

Pawai Budaya sebagai Ajang Kreatifitas Warga dalam Meriahkan Hari Kemerdekaan RI
Warga RT 02/RW 02 Kelurahan Dinoyo, Kec Lowokwaru, Kota Malang saat menampilkan tarian budaya lokal di pawai budaya. (Redaksi)

Peweimalang.com, Kota Malang – Pawai budaya atau karnaval kemerdekaan merupakan tradisi tahunan yang sangat meriah dan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat di Kota Malang dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81.

Sedangkan esensi dan tradisi pawai budaya tersebut, hal ini sebagai ajang kreativitas warga dari dari tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) hingga tingkat kelurahan yang berlomba menampilkan kostum berbagai kreasi, pakaian adat nusantara, jaranan , bantengan, tari tradisional, reog, ogoh-ogoh, hingga patung banteng raksasa.

Dalam pawai budaya itu, tidak hanya menampilkan kreasi masing-masing RT/RW, namun juga untuk menunjukkan penguatan gotong royong bagi warga setempat. Karena persiapan pawai dilakukan secara bersama-sama jauh hari sebelumnya, hal ini menumbuhkan kekompakan antar warga. Selain itu, pawai budaya juga sebagai pelestarian budaya lokal, yang mana menampilkan berbagai kesenian tradisional khas daerah.

Warga RT 01/RW 02 Kelurahan Dinoyo, Kec Lowokwaru, Kota Malang saat menampilkan patung banteng yang menyimbolkan keberanian dalam menghadapi berbagai rintangan atau bahaya. (Redaksi)

Sementara, agenda dalam menggelar pawai tersebut secara bergantian sepanjang bulan Agustus-September 2026. Sedangkan melaksanakan agenda pawai budaya itu dibutuhkan dukungan kearifan lokal. Dengan begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mendorong agar perayaan tersebut fokus pada penampilan seni budaya nusantara yang mendidik dan menghibur. Sehingga pawai itu mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat, yang dibuktikan adanya ribuan warga tumpah ruah memadati pinggir jalan rute pawai, meskipun berdampak pada pengaturan arus lalu lintas di berbagai kawasan.

Seperti Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Minggu (30/8) pagi, menggelar pawai budaya yang diikuti 7 RW dan 51 RT. Dalam pawai budaya tersebut diberangkatkan dari halaman Universitas Islam Malang (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada pukul 09.00 WIB. Dalam pawai budaya tersebut masing-masing RT menampilkan Budaya Malangan dan Jawa Timuran, sehingga kreasi yang ditampilkan asli budaya lokal.

Bahkan, peserta pawai tidak hanya para remaja saja, namun emak-emak juga ikut tampil dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI. Dan yang menariknya lagi, peserta pawai juga diikuti anak dibawah umur lima tahun (balita) usia 3 tahun, yang bernama Sina Pesona Humaira terlihat semangat menari mengikuti musik dari sound system. Balita tersebut merupakan anak dari warga Jalan Gajayana Gang 2, RT 04/RW02, Kelurahan Dinoyo, Kota Malang.

Balita Sina Pesona Humaira anak warga RT 04/RW 02 Kelurahan Dinoyo, Kec Lowokwaru, Kota Malang sebagai peserta pawai budaya yang memiliki talenta dalam menari. (Redaksi)

Ketua RT 02/RW 02 Kelurahan Dinoyo, Kota Malang Ugen, Minggu (30/8), kepada wartawan membenarkan jika RT-nya telah ikut dalam pawai budaya yang digelar Kelurahan Dinoyo dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81. Sedangkan dalam pawai tersebut, telah menampilkan tarian budaya lokal, music perkusi yang dipadukan dengan hiasan corak Bali, dan ogoh-ogoh, yang menambah nuansa kemeriahan pawai budaya.

“Kami bisa mengikuti kegiatan pawai budaya ini, tentunya warga sangat mendukung dan kompak, serta memiliki semangat gotong royong, sehingga bisa mengikuti pawai. Semoga di tahun mendatang RT-nya akan kembali memeriahkan Hari Kemerdekaan RI,” ujarnya.

Hal yang sama, juga disampaikan, Ketua RT 01/RW 02, Kelurahan Dinoyo Sandi Ismoyo, bahwa warga juga memeriahkan pawai budaya yang menampilkan tarian budaya lokal dan patung banteng raksasa sebagai simbol yang melambangkan kekuatan, keberanian, keteguhan, serta semangat juang yang tinggi. Dan juga memiliki filosofi banteng dalam budaya dan filosofi Jawa.

“Banteng digambarkan sebagai hewan yang tangguh, kuat, dan tidak mudah menyerah dan memiliki keberanian, yang menyimbolkan keberanian dalam menghadapi berbagai rintangan atau bahaya,” tuturnya.(*).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *