Peweimalang.com, Kota Batu – Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Kota Batu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar Turnamen Catur Bahagia, yang bekerja sama dengan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, KONI Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta, dan beberapa lembaga lainnya, yang digelar di Restoran Bahagia, Taman Rekreasi Selecta, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Kamis (6/8).
Sedangkan turnamen catur tersebut digelar antar wartawan dan instansi, hal ini juga sebagai ajang untuk mencari bibit atlet baru catur, yang nantinya untuk bisa mengikuti Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV 2027 di Provinsi Lampung. Dan dalam acara tersebut dihadiri Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo, Wali Kota Batu
Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, serta Ketua PWI Malang Raya Cahyono, Pejabat Utama (PJU) Pemkot Malang, dan Pengurus KONI Kota Batu.
Dalam sambutannya, Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo menegaskan, bahwa turnamen catur yang digelar SIWO Kota Batu PWI Malang Raya sebagai wadah ajang olahraga di kalangan wartawan, sehingga hal ini penting dukungan lintas sektor. Ajang olahraga catur sebagai percepatan prestasi olahraga di Indonesia, yang kini masih tertinggal di tingkat Asia. Hal ini membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak, termasuk pemerintah daerah, terlebih di tengah terbatasnya ruang fiskal hari ini.
“Kami di DPR RI mendorong agar Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat diprioritaskan untuk pembinaan atlet di daerah. Pembahasan ini telah kami jajaki bersama Danantara agar dampaknya terasa langsung di daerah seperti Kota Batu ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu H Nurrochman menuturkan, dirinya memberikan apresiasi tinggi kepada SIWO Kota Batu PWI Malang Raya. Karena turnamen catur ini memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kompetisi olahraga atau ajang pencarian pemenang. “Ajang ini bukan sekadar turnamen, melainkan wadah pembentukan karakter, penyemaian bibit unggul secara berkelanjutan, serta ruang terbangunnya silaturahmi, komunikasi, dan kepercayaan antar lembaga yang menjadi modal penting dalam membangun daerah,” ujar.
Dia juga memaparkan, bahwa filosofi catur yang amat relevan dengan pembangunan karakter dan dunia jurnalistik. Dalam catur, kemenangan tidak ditentukan oleh siapa yang bergerak paling cepat, melainkan oleh siapa yang mampu berpikir jernih sebelum mengambil keputusan.
Bidak pion, mengajarkan bahwa siapa pun berkesempatan menjadi sosok yang kuat jika mau berjuang menembus batas. Sementara langkah raja yang terbatas mengingatkan pentingnya kehati-hatian dan kecermatan.
“Filosofi tersebut sangat dekat dengan profesi wartawan. Dalam jurnalistik, setiap informasi wajib diverifikasi sebelum dipublikasikan. Seorang wartawan dituntut berpikir kritis, membaca situasi secara utuh, dan menyampaikan fakta berimbang,” pungkas Nurrochman.(*).





