Peweimalang.com, Kota Malang – Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sukses menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026.
Kegiatan strategis yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 27 hingga 28 Juli 2026 tersebut digelar di lingkungan kampus BBPPMPV BOE Malang.
Mengusung tema ‘Membangun Pelayanan Publik yang Berkualitas melalui Kolaborasi, Partisipasi, dan Inovasi Berkelanjutan’ dengan semangat utama ‘Dengan Aspirasi, Wujudkan Layanan Berkualitas’, forum ini dirancang untuk mendengarkan masukan konstruktif dari berbagai pihak guna meningkatkan mutu tata kelola pelayanan publik yang inklusif, transparan, dan akuntabel.

Kepala BBPPMPV BOE Malang, Dr. Anwar Sidarta, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah sinergi lintas sektor guna memastikan optimalisasi layanan.
“Saat ini, BBPPMPV BOE Malang berfokus pada enam bidang kompetensi utama, yakni Otomotif, Elektronika, Bangunan, Mesin, Teknologi Informasi, dan Manajemen Vokasi,” ucap Anwar, saat ditemui awak media usai membuka FKP Tahun 2026, Selasa 28 Juli 2026.
Selain itu, lanjut Anwar, BBPPMPV BOE Malang juga memfasilitasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
“Balai ini juga memberikan fasilitas untuk peningkatan kompetensi, termasuk guru mata pelajaran adaptif seperti bahasa Inggris, sains, dan matematika berbasis vokasi, serta pengawas sekolah, kepala sekolah, dan instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP),” jelasnya.
Sementara, Ketua Panitia FKP 2026, Toni Poejoharnanto, S.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 54 peserta yang terdiri dari unsur internal dan eksternal.
“Ada 54 peserta, dari Internal 30 orang yang melibatkan berbagai unit kerja dan unit produksi di lingkungan balai, dan peserta Eksternal ada 24 orang yang melibatkan pengguna layanan, penyewa fasilitas balai, tokoh masyarakat, serta perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” kata Toni.

Menurut, Toni, keterlibatan berbagai unsur ini diharapkan mampu memperkaya masukan demi perbaikan standar pelayanan publik ke depannya.
“Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dalam satu tahun terakhir, BBPPMPV BOE Malang mencatatkan hasil yang sangat positif dengan persentase kepuasan (puas dan sangat puas) yang mencapai lebih dari 90 persen,” benernya.
Untuk terus mendongkrak kualitas pelayanan, pihak balai berencana meningkatkan frekuensi survei yang sebelumnya dilakukan dua kali dalam setahun (per semester) menjadi secara berkala tiap triwulan, bahkan diproyeksikan menuju survei bulanan.
Guna menyiasati keterbatasan kuota anggaran pemerintah di tengah cakupan wilayah kerja yang luas dengan mencakup 11 provinsi, BBPPMPV BOE Malang juga meluncurkan berbagai inovasi, salah satunya melalui program pelatihan daring (online training).
Langkah ini terbukti efektif memperluas akses bagi para guru untuk mengikuti pelatihan kompetensi teoretis maupun keterampilan ringan secara fleksibel.
Melalui pelatihan, upskilling, reskilling, serta pendampingan langsung bersama industri, BBPPMPV BOE Malang berkomitmen mengawal transfer pengetahuan dari guru kepada para siswanya.
Mengingat lebih dari 60 persen kualitas lulusan ditentukan oleh kompetensi gurunya, balai optimis mutu lulusan SMK di Indonesia akan terus meningkat dan semakin siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.





