Rendra Kresna Mantan Bupati Malang Inginkan Bersama Kemajuan Malang Raya

Rendra Kresna Mantan Bupati Malang Inginkan Bersama Kemajuan Malang Raya
Rendra Kresna (berlaken merah) saat bertemu teman-teman lamanya dari berbagai kalangan se-Malang Raya, di Warung Tani, Desa Mulyoagung, Kec Dau, Kab Malang. (Foto : Cahyono)

Peweimalang.com, Kab Malang – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin dan Mantan Wali Kota Malang Mochamad Anton, mantan Ketua DPRD Kota Malang Mochamad Arief Wicaksono dan mantan Ketua DPRD Kota Malang Sri Rahayu, mantan Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, dan mantan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, serta tokoh agama, organisasi masyarakat (ormas), tokoh politik, pengusaha, dan wartawan turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 mantan Bupati Malang H Rendra Kresna, yang sekaligus Halal Bihalal Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, yang digelar secara sederhana di Warung Tani, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Kamis (2/4) kemarin.

Dari ratusan yang hadir dalam acara tersebut, di antaranya juga dihadiri para loyalis Rendra Kresna yang telah teruji terutama semenjak Rendra Kresna mengawali menjadi Wakil Bupati Malang bersama Sujud Pribadi yang menjabat Bupati Malang, periode 2005-2010. Kemudian di periode berikutnya, Rendra Kresna menjabat Bupati Malang berpasangan dengan Subhan sebagai wakil Bupati Malang, periode 2010-2015. Sedangkan perjalanan politik Rendra tidak hanya berhenti disitu, namun Rendra Kresna kembali terpilih menjadi Bupati Malang yang berpasangan dengan HM Sanusi sebagai wakil Bupati Malang, periode 2016-2021. Tentunya, ini menjadi bukti bahwa kecintaan dan rasa sayang para loyalis Rendra itu masih melekat erat. Sehingga tidak ada jarak yang memisahkan mereka.

Sedangkan dalam halal bihalal itu diberi tema “Klangenan Malang Raya”. Sedangkan  dalam bahasa Jawa Klangenan artinya sesuatu yang disayangi dan dirawat. ”Saya mengucapkan terima kasih kepada undangan yang hadir dalam acara Halal Bihalal Hari Idulfitri 1447 Hijriyah dan HUT saya yang ke-64, ini merupakan kebanggaan tersendiri yang saya rasakan, karena sudah lama momentum seperti ini yang saya inginkan bisa bertemu teman-teman, baik dari kalangan mantan pejabat Pemkab Malang, Pemkot Malang, Pemkot Batu, dan tokoh politik, tokoh agama, tokoh ormas, pengusaha, serta teman-teman wartawan,” kata Rendra Kresna, Jumat (3/4), kepada wartawan.

Dalam momentum kemarin, lanjut dia, saya juga berpikir bagaimana bersama-sama memajukan Malang Raya, yang tidak hanya Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu saja. Karena Malang Raya ini tidak lepas dari sejarah Kerajaan Kanjuruhan, kerajaan yang bercorak Hindu tertua di Jawa Timur (Jatim) yang berdiri di abad ke-6 atau ke-8 Masehi di wilayah Malang, yang pusatnya di antara Sungai Metro dan Sungai Brantas. Sedangkan kerajaan inilah cikal bakal sejarah pusat pemerintahan di Malang. Pada masanya, kerajaan ini berkembang pesat, baik pemerintahan, sosial, ekonomi maupun seninya. Dataran kerajaan ini sekarang bernama Dinoyo, Merjosari, Tlogomas, dan Ketawanggede. Kekuasaan kerajaan ini meliputi lereng timur dan barat Gunung Kawi. Bahkan wilayah kekuasaannya meluas hingga utara hingga pesisir laut Jawa.

“Sejak dahulu Malang Raya merupakan cikal bakal lahirnya kerajaan besar yang para pemimpinnya telah memberikan perlindungan dan keamanan mulai dari ekonomi dan budayanya. Jadi jika saya berpikir tentang Malang Raya tentang latar belakang sejarah dan kemakmuran Malang sejak jaman dulu,” papar Rendra.(*).

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *