Peweimalang.com, Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kini sudah berusia 112 tahun. Sehingga dengan bertambah usianya kota tersebut, maka pada Rabu (1/4) pagi, digelar upacara dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-122 Kota Malang, di halaman Balai Kota Malang, Jalan Tugu, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Dalam sambutan Wali Kota Malang, Pemkot Malang telah mencatat capaian kinerja pembangunan yang positif. Seperti peningkatan indikator makro hingga raihan puluhan penghargaan menjadi bukti keberhasilan pembangunan sepanjang tahun 2025. Sedangkan jumlah indicator tersebut, kata Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Rabu (1/4), dalam sambutannya di HUT ke-122 Kota Malang, di Halaman Balai Kota Malang, bahwa sejumlah indikator strategis menunjukkan tren yang terus membaik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang mencapai 85,55 atau menjadi tertinggi kedua di Jawa Timur (Jatim).

Selain itu, masih dia katakan, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 3,85 persen, tingkat pengangguran turun ke 5,69 persen, serta pertumbuhan ekonomi meningkat hingga 5,92 persen. Sedangkan capaian ini menjadi bukti bahwa pembangunan di Kota Malang berjalan ke arah yang positif. Dan tidak hanya dari sisi ekonomi dan sosial saja, tapi Kota Malang juga menorehkan prestasi di tingkat internasional. Diantaranya, sebagai Kota Kreatif Dunia United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) bidang Media Arts, Clean Air Quality Cities Award, serta Clean Urban City Standard.
“Pada level nasional dan daerah, Pemkot Malang turut mengoleksi 37 penghargaan tingkat nasional, 29 penghargaan tingkat Provinsi Jawa Timur, dan 2 penghargaan tingkat regional Malang Raya,” terangnya.
Dalam momentum HUT ke-112 Pemkot Malang ini, kata Wahyu, Pemkot Malang telah mengusung tema Ngalam Melintas, Bergerak Luntas, Booys Berkelas. Dengan tema tersebut, telah mencerminkan semangat untuk menembus batas inovasi sekaligus memastikan setiap program pembangunan tuntas dan berdampak nyata.
“Bergerak luntas berarti setiap program harus selesai dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat”.
Meski capaian menunjukkan tren positif, Pemkot Malang tidak akan berpuas diri. Penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah berbagai tantangan selanjutnya.
“Untuk itu, momentum HUT ke-112 ini harus menjadi titik akselerasi agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan percepatan program dan penguatan sinergi menjadi fokus utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutur dia.(*).





