Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Komoditi Ekspor Asal Kabupaten Malang di Dominasi Rokok dan Kopi

Komoditi Ekspor Asal Kabupaten Malang di Dominasi Rokok dan Kopi

  • calendar_month 10 jam yang lalu

Peweimalang.com, Kabupaten Malang – Hasil komoditi asal Kabupaten Malang yang di ekspor ke luar negeri, meningkat. Seperti nilai ekspor pada tahun sebelumnya realisasinya telah mencapai 460,13 juta USD, sedangkan untuk tahun 2025 meningkat menjadi 462,23 juta USD. Sementara, dari puluhan produk yang diekspor, ada dua yang cukup mendominasi, yakni rokok dan kopi.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Kamilin, Selasa (24/2) menyatakan, nilai ekspor rokok pada tahun lalu mencapai 270,48 juta USD atau setara Rp 4,54 triliun dengan kurs Rp 16.800. Sedangkan ekspor dari rokok saja sudah separo dari realisasi ekspor keseluruhan. Dan untuk ekspor kopi menyumbang sebesar 25 persen dari total keseluruhan. “Penyumbang ekspor tertinggi ketiga yakni produk mebel, yang nilainya setara Rp 416,64 miliar,” sebutnya.

Dia melanjutkan, produk lainnya seperti olahan hasil pertanian dan perkebunan, perikanan, plywood, dan sebagainya mencapai Rp 1,02 triliun, yang salah satunya olahan keripik pisang dan ikan asap. Sehingga secara keseluruhan, produk tersebut dikirim ke seluruh negara kecuali Asia Tengah, yakni meliputi negara Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, Kirgistan, dan Kazakhstan. Namun, sasaran ekspor paling utama masih di sekitar Asia dan Eropa. Dengan banyaknya pabrik rokok di Kabupaten Malang, tentunya cukup dan mudah memenuhi permintaan), namun untuk yang komoditi kopi, permintaannya banyak, tapi belum bisa memenuhi.

“Untuk memenuhi kuota ekspor, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi. Namun, intervensi dilakukan hanya untuk meningkatkan nilai ekspor dan menambah pelaku usaha yang melakukan ekspor,” tuturnya.

Kamilin mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang hanya bisa mengintervensi melalui bimbingan teknis (bimtek) untuk pelaku usaha terkait surat menyurat hingga standarisasi ekspor. Selain itu, Pemkab juga bekerja sama dengan Universitas Ma Chung Malang untuk pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM) maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang siap ekspor. Sedangkan untuk Universitas Ma Chung Malang mencarikan buyer dari luar negeri, karena titik utama ekspor itu buyer. Pemkab Malang sendiri juga melakukan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dengan penguatan perdagangan luar negeri, terutama dalam perbaikan dan peningkatan citra produk.

“Pemkab Malang juga sering mengikuti pameran dagang, seperti mengikuti pameran di Singapura. Karena negara tersebut merupakan pintu utama untuk memasuki perdagangan di seluruh dunia. Selain mengikuti pameran dagang di Singapura, juga mengikuti pameran di beberapa negara, termasuk di Eropa,” tandasnya.(*).

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less