Warga Keluhkan Penumpukan Sampah, Ini Tanggapan DLH Kota Malang

Warga Keluhkan Penumpukan Sampah, Ini Tanggapan DLH Kota Malang
Salah satu unggahan di media sosial

Peweimalang.com, Kota Malang – Belum lama ini beredar kabar, beberapa warga di Kota Malang mengeluhkan adanya penumpukan sampah di wilayah Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Keluhan itu sempat diunggaha di Media Sosial Instragram (IG). “Ket Desember pak gak direken komplen ku (Mulai Desember pak, tidak digubris keluhan saya), sampe rombongan pak Polri lewat dikomplen (Sampai rombongan polisi lewat juga di komplain), Yo sepurane aku ngomong penak jaman pak Sutiaji, respon e cepet (Maaf saya bilang senak era Pak Sutiaji, responnya cepat),” bunyi keluhan itu.

Bacaan Lainnya

Bahkan, di akun IG Malang Raya Info, disampaikan meneruskan laporan warga mengenai sampah di salah satu wilayah di Kota Malang. Warga menyoroti respon dari pemerintah setempat yang tak kunjung ada tindakan.

Kondisi saat ini

Selain ada tulisan keluhan warga, tampak dalam foto unggahan IG Malang Raya Info terlihat kontainer sampah penuh dan terparkir di luar Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Menanggapi keluhan tersebut, Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menanggapi keluhan tersebut.

“Terkait penempatan kontainer sampah di luar TPS Wahidin, dikarenakan kondisi gantol /penarik kontainer sedang kondisi rusak,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (23/1/2026).

Pria yang akrab disapa Raymond ini menjelaskan, bahwa truk penarik kontainer kala itu sedang mengalami kerusakan, sehingga tidak memungkinkan untuk menarik kontainer kedalam TPS.

“Karena truk penarik itu rusak dan mengingat kontur TPS Wahidin ini posisi menanjak, cukup berbahaya apabila dipaksakan untuk ditempatkan ke dalam TPS,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Raymond, pihaknya meminta maaf kepada warga yang terdampak akibat adanya penempatan kontainer diluar TPS.

“Mohon maaf apabila dalam beberapa waktu ini, kontainer ditempatkan di depan TPS. Saat ini sudah dilakukan perbaikan, dan kontainer ditempatkan di dalam TPS seperti kondisi semula,” tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *