Peweimalang.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membawa angin segar bagi petani jeruk. Salah satunya petani jeruk di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Ketua Gapoktan Mardi Basuki 1 Desa Kalisongo, Tarno menyebut program MBG menjadi angin segar bagi petani jeruk yang sebelumnya terpuruk akibat anjloknya harga hasil panen.
“Terus terang sebelum ada program MBG, harga jeruk sempat jatuh sampai Rp3.500 per kilogram. Itu pun sangat sulit dijual. Petani benar-benar kesulitan, bahkan banyak yang nyaris gulung tikar,” ungkapnya saat ditemui di kebun jeruk miliknya, Selasa (6/12/2025).
Menurut Tarno, kehadiran program MBG yang menyerap hasil pertanian seperti buah dan sayuran menjadi harapan besar bagi petani, tidak hanya di Malang, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Permintaan jeruk untuk mendukung program tersebut membuat harga kembali stabil, bahkan meningkat signifikan.
“Alhamdulillah, setelah ada program MBG, harga jeruk mulai naik. Sekarang jeruk spek 10 bisa diterima Rp15.000 per kilogram. Kalau spek 12 masih bisa diambil Rp13.000. Itu pun lewat pemasok kedua, bukan langsung pembeli utama,” jelasnya.
Kenaikan harga tersebut dinilai sangat membantu keberlangsungan usaha petani jeruk. Dari hasil penjualan jeruk, petani kini mampu menutup biaya produksi, membeli pupuk dan obat-obatan, hingga menyiapkan modal tanam berikutnya.
“Kalau biaya produksi sekitar Rp10 juta, sekarang bisa kembali modal dan masih dapat keuntungan sampai sekitar Rp30 juta. Dengan kondisi ini, petani bisa bernapas lega dan menanam kembali,” tambahnya.
Tarno menegaskan, harga jeruk minimal Rp10.000 per kilogram sudah cukup untuk membuat petani mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, jika kembali ke harga Rp3.500, petani dipastikan merugi bahkan gulung tikar.
Diakui Tarno, saat ini dirinya banyak menerima permintaan jeruk dari sejumlah pemasok MBG. Tidak hanya dari Malang saja tapi juga permintaan dari berbagai wilayah seperti Surabaya dan Jember.
“Bahkan dari Jember yang terkenal juga dengan jeruknya, juga sekarang ambil jeruk dari kami,” ungkapnya.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi petani lokal dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
“Atas nama petani, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prabowo selaku Presiden Republik Indonesia. Program MBG ini benar-benar membawa berkah bagi petani,” pungkasnya.





