814 Lulusan UIN Malang Diwisuda, 83 Persen Sarjana Raih Predikat Cumlaude

814 Lulusan UIN Malang Diwisuda, 83 Persen Sarjana Raih Predikat Cumlaude
Prosesi wisuda UIN Malik Ibrahim Malang yang ke 94 diwarnai dengan banyaknya wisudawan yang meraih Cumlaude.

Peweimalang.com, Malang Kota – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatat capaian akademik tinggi. Sebanyak 814 lulusan Program Sarjana dan Pascasarjana Periode IV Tahun 2026 resmi diwisuda, Minggu (6/9/2026).

Wisuda ke-94 digelar di Gedung Sport Center (Gedung Soeharto), Kampus 1 UIN Malang. Para lulusan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai sarjana, profesi, magister hingga doktor.

Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang, Assoc. Prof. Dr. H. Basri, M.A., Ph.D., melaporkan, 814 lulusan terdiri atas 777 lulusan sarjana, satu lulusan profesi, 34 lulusan magister, dan dua lulusan doktor.

Capaian akademik paling menonjol terlihat pada jenjang sarjana. Sebanyak 83 persen lulusan sarjana meraih predikat cumlaude, dengan rata-rata IPK mencapai 3,67.

Pada jenjang magister, capaian cumlaude bahkan mencapai 94 persen, dengan rata-rata IPK 3,88.

Sementara itu, dua lulusan doktor yang diwisuda seluruhnya meraih predikat cumlaude. Rata-rata IPK lulusan doktor mencapai 3,80.

FST Sumbang Lulusan Terbanyak

Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menjadi penyumbang lulusan terbanyak pada wisuda ke-94 UIN Malang.

Sebanyak 286 lulusan FST mengikuti prosesi wisuda. Selanjutnya, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan menyumbang 270 lulusan.

Fakultas Humaniora berada di posisi berikutnya dengan 153 lulusan.

Dari total 814 lulusan, sebanyak 573 orang atau 70,4 persen merupakan wisudawati. Sementara jumlah wisudawan laki-laki mencapai 241 orang atau 29,6 persen.

Capaian tersebut menjadi gambaran keberhasilan akademik mahasiswa UIN Malang pada berbagai jenjang pendidikan.

Prof. Ilfi: Gelar Bukan Akhir Perjalanan

Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., mengatakan capaian akademik yang diraih para lulusan harus menjadi modal untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Menurut Prof. Ilfi, kelulusan dan gelar akademik bukan akhir dari proses pendidikan. Para lulusan perlu terus mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan.

“Para wisudawan dan wisudawati perlu mengembangkan diri, mempersiapkan masa depan kalian,” kata Prof. Ilfi.

Bunda Rektor menjelaskan, UIN Malang tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik. Kampus juga memberikan penguatan kemampuan bahasa, karakter, mental, dan akhlak.

UIN Malang membekali mahasiswa dengan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris selama satu tahun. Kemampuan tersebut diharapkan menjadi modal menghadapi dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain kemampuan bahasa, mahasiswa juga mengikuti pendidikan ma’had selama satu tahun. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat mental, karakter, dan akhlak mahasiswa.

“Kami juga berusaha menguatkan mental, karakter, dan memberikan bimbingan agar mempunyai akhlak yang mulia,” ujar Prof. Ilfi.

Pesan Bunda Rektor untuk 814 Lulusan

Bunda Rektor mengingatkan para lulusan agar tidak menyia-nyiakan capaian akademik yang telah diraih selama berada di bangku kuliah.

Menurut Prof. Ilfi, keberhasilan akademik harus diikuti sikap yang mampu menjaga masa depan.

“Cintailah dirimu sendiri dengan tidak merusak masa depanmu dengan hal-hal yang tidak baik,” tegas Prof. Ilfi.

Ia menilai tindakan tidak terpuji dapat memberikan dampak panjang terhadap kehidupan seseorang.

“Melakukan hal yang tidak terpuji berarti kalian merusak masa depan sendiri,” ujarnya.

Karena itu, Bunda Rektor meminta para lulusan menjadikan gelar akademik sebagai titik awal untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Toga yang dilepas dan ijazah yang diterima, kata Prof. Ilfi, bukan penanda berakhirnya perjuangan. Sebaliknya, keduanya menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja dan kehidupan masyarakat.

“Kembangkan diri dan persiapkan masa depan kalian,” pesan Bunda Rektor.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *