Peweimalang.com, Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan membangun jalan di kawasan Pasar Gadang, usai lebaran 2026 mendatang.
Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Malang, Dandung Djulharjanto saat ditemui awak media, Rabu (28/1/2026).
“Kami menargetkan pembangunan jalan di kawasan Pasar Gadang di tahun 2026 ini, setelah lebaran,” ucapnya.
Dandung menjelaskan, untuk anggaran pembangunan jalan di kawasan pasar gadang itu dilakukan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, dan saat ini sedang dipersiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar perencanaan proyek tersebut.
“Pasar Gadang itu nanti akan dibuatkan perencanaannya terlebih dahulu. DEDnya berupa jalan kembar yang terhubung langsung dari jembatan ke arah timur (Perempatan Gadang),” jelasnya.
Menurut Dandung, pembangunan jalan di kawasan pasar Gadang tersebut nantinya akan dibangun jalan kembar sebagai penghubung jembatan yang ada di sebelah timur pasa Gadang.
“Akan ada pelebaran ruas jalan utama hingga pembangunan jalur penghubung atau sirip jalan, sirip-sirip yang di utara pasar sudah berupa jalan kembar. Nanti juga akan kami eksekusi di sisi lainnya, termasuk yang menuju ke selatan,” terangnya.
Untuk itu, lanjut Dandung, diharapkan proyek pembangunan jalan di Pasar Gadang dapat selesai lebih cepat, meski dalam pelaksanaannya menyesuaikan aspirasi para pedagang.
“Sebetulnya kami berharap bisa lebih awal. Tapi ada aspirasi dari pedagang melalui Bapak Wali Kota agar pelaksanaannya dilakukan setelah Lebaran,” jelasnya.
Dandung menyebutkan, jalan kembar Pasar Gadang nantinya memiliki dua lajur dengan lebar masing-masing sekitar enam meter. Kemudian, lanjutnya, di bagian tengah jalan juga akan dibangun median sebagai pembatas.
“Lebar jalan dua sisi, masing-masing kurang lebih enam meter. Di tengah nanti ada median jalannya,” kata Dandung.
Terkait material, Dandung menjelaskan bahwa pihaknya memilih menggunakan konstruksi beton dibandingkan aspal. Dikatakannya, hal ini mempertimbangkan aktivitas pedagang di kawasan tersebut.
“Kami pakai cor beton. Kalau aspal percuma, karena di sana sering disiram air ikan. Itu musuhnya aspal,” tandasnya.





